Sukses

Napas Bayi Bunyi 'Grok' Saat Tidur dan BAB Jarang

18 Jan 2017, 12:41 WIB
Wanita, 38 tahun.

Pagi dok..anak saya minum bmt dari umur 1 bulan..tetapi kalo tidur suka bunyi grok grok dan bab tidak lsncar 3 hari sekali dan feces watna hijau..sering garuk2 telinga dan hidungnya kalo malam rewel dok...mohon penjelasannya..umurnya skr dah 2 bulan lebih

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

  1. Napas Bayi Berbunyi

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Bunyi "grok" yang berasal dari saluran nafas bayi dapat menunjukkan adanya cairan atau lendir pada paru-pari bayi. Paru-paru memang juga menghasilkan lendir. Bunyi muncul karena produksi lendir meningkat padahal belum bisa mengeluarkannya sendiri, karena refleks batuknya belum bekerja dengan baik.

Produksi lendir meningkat pada umumnya dialami oleh bayi yang memiliki bakat alergi dimana produksi meningkat karena terpapar oleh alergen. Penyebab lain adalah bayi mengalami infeksi virus influenza. Namun, sebetulnya jika napas yang berbunyi tersebut tidak disertai tanda infeksi seperti demam, tidak mengganggu aktivitas bayi sehari-hari, dan tidak menganggu proses menyusui, keadaan ini tidak perlu dikhawatirkan. Ibu dapat mencoba memiringkan posisi tubuh anak ke kanan untuk mengurangi bunyi yang ada.

Jika bayi Anda mengonsumsi susu formula ada kemungkinan bunyi "grok" tersebut merupakan reaksi dari alergi susu formula yang mengandung protein sapi. Jika bunyi "grok" berlanjut, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis anak. Kemungkinan yang lain dari adanya bunyi "grok" adalah adanya kelemahan pada trakea yang merupakan saluran pernafasan. Namun, seiring dengan pertambahan usia bayi Anda maka trakea akan menguat dan bunyi "grok" akan menghilang.

2. BAB Bayi Jarang dan Feses Warna hijau

 

Pada bayi, perubahan warna feses menjadi hijau masih dapat dikatakan sebagai suatu perubahan yang normal, selama tidak disertai oleh keluhan-keluhan lain, seperti nafsu makan menurun, terdapat darah pada BAB, muntah, bayi lebih rewel, berat badan menurun, dan lain sebagainya. Selain itu feses bayi memang umumnya tidak berbentuk, bisa seperti pasta/krem, berbiji (seeded), dan bisa juga seperti mencret/cair. Frekuensi buang air besar pada bayi bervariasi, dapat 4 - 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 7 hari.

Feses yang berubah menjadi hijau dapat terjadi karena bayi Anda hanya mengkonsumsi makanan yang mengandung rendah lemak. Lemak biasanya didapatkan oleh bayi dari ASI. Namun bukan berarti semua ASI yang diberikan pasti tinggi lemak. Dalam payudaranya, ibu memiliki ASI depan (foremilk) dan ASI belakang (hindmilk).

Saat bayi menyusu, ia akan selalu menghisap ASI depan terlebih dahulu. ASI depan (foremilk)memiliki banyak kandungan gula dan laktosa tapi rendah lemak. Sementara ASI belakang (hindmilk) mengandung banyak lemak. Pada bayi yang diberikan ASI eksklusif, feses yang keluar akan didominasi warna kuning/golden feces, dan warna tersebut normal. Warna kuning ini berasal dari proses pencernaan lemak yang dibantu oleh cairan empedu.

Pada anak yang diberikan asupan lain selain ASI, seperti bayi Anda, menyebabkan terjadinya perubahan pada proses pencernaan dan akhirnya membuat feses bayi berwarna hijau. Bahkan sering juga menyebabkan terbentuknya gas yang terlalu banyak sehingga bayi sering kentut dan merasa tidak nyaman. 

Kami sarankan Anda kembali mengunjungi dokter spesialis anak Anda untuk mengkonsultasikan hal ini sehingga dokter dapat melakukan pemeriksaan fisis secara langsung, memberikan penanganan yang optimal, dan melakukan pemantauan terhadap kondisi anak Anda.

 

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar