Sukses

Ingin Hamil Anak Ke 2 Perempuan

14 Jan 2017, 07:49 WIB
Wanita, 0 tahun.

klo pengen punya anak ke 2 cepet dan puya anak perempuan apa yg harus dilakukan

Ibu yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Apakah sebelum hamil anak pertama, siklus menstruasi Anda teratur? Normalnya siklus haid seorang wanita berlangsung setiap 21-35 hari selama 3-7 hari dengan jumlah perdarahan yang keluar berkisar antara 20-60 ml/hari. Jika siklus haid terjadi diluar batas-batas normal yang telah disebutkan diatas secara berulang, berarti telah terjadi gangguan dalam proses menstruasi dan hal ini perlu dievaluasi lebih lanjut.

Jika sudah pernah hamil sebelumnya dengan normal, maka sebenarnya kemungkinan untuk hamil lagi cukup besar. Yang perlu diperhatikan adalah hubungan seksual perlu dilakukan dengan teratur dengan frekuensi 2-3 kali dalam seminggu, terutama pada saat masa subur. Masa subur adalah masa dimana telah terjadi ovulasi (pelepasan sel telur matang dari indung telur). Untuk mengetahui kapan masa subur Anda, Anda harus mengetahui berapa rata-rata siklus haid Anda dari 3-6 siklus haid terakhir. Jika siklus menstruasi anda berlangsung teratur selama 28 hari, maka waktu terjadinya ovulasi anda adalah perkiraan Hari Pertama Haid Berikutnya dikurangi 14 hari. Lakukanlah hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi. Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika Anda dan suami melakukan hubungan seksual pada masa-masa itu. Jika tidak ada masalah dengan siklus menstruasi Anda, maka yang perlu Anda lakukan hanyalah melakukan hubungan suami istri secara rutin.

Namun jika saat ini terdapat kelainan siklus menstruasi, kami sarankan Ibu mengunjungi dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk mengetahui apakah ada masalah terkait siklus menstruasi Ibu. 

Terkait keinginan Anda memiliki keturunan perempuan kami akan coba menjawab.

Secara ilmiah, penelitian hingga saat ini menemukan bahwa yang memegang kendali dalam menentukan jenis kelamin anak adalah sperma dari suami. Laki-laki memiliki kromosom seks jenis X dan Y. Sel telur perempuan memiliki dua kromosom seks yang sama, yaitu X dan X. Sehingga bila dalam hubungan intim, sperma X yang membuahi sel telur maka terjadilah pertemuan kromosom X dengan X, sehingga yang didapat adalah bayi perempuan. Sedangkan, jika sperma Y yang membuahi sel telur, maka terjadilah pertemuan antara kromosom X dan Y, dan didapat bayi laki-laki. 

Ilmu ini dalam mewujudkan keinginan jenis kelamin anak hanya dapat ditempuh dengan metode inseminasi buatan atau bayi tabung, dan keberhasilan dari angka kehamilan dengan bayi tabung baru 30%. 

Namun, apabila ingin mencoba untuk memiliki anak perempuan disarankan untuk berhubungan seksual sebelum masa ovulasi atau keluarnya sel telur dari indung telur. Ovulasi terjadi 14 hari sebelum hari pertama haid berikutnya plus minus 1 hari. Hal ini disebabkan karena sel sperma yang mengangkut genetik-Y (laki-laki) dapat berenang lebih cepat menuju sel telur namun tidak dapat bertahan lama di dalam saluran reproduksi wanita. Berbeda dengan sel sperma yang mengangkut genetik-X (perempuan) yang berenang lebih lambat namun mampu bertahan lebih lama di dalam saluran reproduksi wanita.

Hingga saat ini belum ada penelitian yang memberikan bukti bahwa konsumsi makanan tertentu dapat meningkatkan kecenderungan terjadinya kelamin tertentu pada anak.

Perlu diingat bahwa peristiwa kehamilan dan penentuan jenis kelamin janin adalah kuasa dari sang Pencipta dan manusia hanyalah sebagai fasilitator di dalamnya. Sehingga, kembali lagi, segala sesuatunya dikembalikan kepada kuasa Sang Pencipta yang memberikan kehidupan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar