Sukses

BAB Susah Pada Anak

05 Jan 2017, 06:33 WIB
Wanita, 20 tahun.

dok mau nanya..anak saya umur 6 bulan sudah 2 minggu lebih bab nya susah karena pupnya keras.itupun harus pake microlax baru bisa bab.gimana cara mengatasi itu dok?

Terimakasih Anda telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.com

Buang air besar (BAB) keras pada anak merupakan suatu kondisi yang terbilang sangat sering terjadi. Buang air besar keras pada anak di bawah umur 2 tahun biasanya disebabkan karena anak tersebut kurang mengonsumsi air.

Namun yang paling sering menjadi penyebab buang air besar keras pada anak adalah pemberian makanan yang tidak sesuai dengan umur anak tersebut. Saat ini apakah anak Andamengonsumsi ASI ataukah susu formula? Sebab anak yang mengonsumsi susu formula lebih rentan untuk menderita susah BAB dibandingkan yang mengonsumsi ASI.

Jika kondisi buang air besar keras pada anak ini sudah terjadi, maka hal ini mungkin saja akan membuat sang ibu menjadi panik. Namun, panik bukanlah cara terbaik untuk mengatasi masalah buang air besar keras pada anak. Lalu, bagaimana cara untuk mengatasi masalah buang air besar keras pada anak?

Berikut 5 cara mengatasi masalah buang air besar keras pada anak yang dapat dilakukan:

  1. Berikan ASI saja jika anak Anda berusia di bawah 6 bulan.
  2. Pada anak yang tidakmengonsumsi ASI atau memiliki usia di atas 6 bulan, berilkan air minum 2-3 kali lebih banyak dari sebelumnya kepada anak yang mengalami kondisi buang air besar keras. Saat anak mengonsumsi air lebih banyak dari sebelumnya, maka usus anak tersebut akan ikut menarik air yang akan membuat buang air besar anak Anda menjadi tidak keras lagi.
  3. Berikan asupan makanan yang mengandung serat kepada Anak, misalnya buah-buahan dan sayuran.Terdapat dua jenis serat yang berbeda, yakni serat larut dan serat tidak larut. Kedua jenis serat tersebut memegang peranan yang penting untuk menjaga fungsi usus tetap normal. Serat larut berfungsi untuk menyerap serta mengikat racun dan kolesterol sehingga racun dan kolesterol tersebut dapat dikeluarkan. Selain itu, serat larut juga dapat membuat tinja menjadi lunak karena menyerap air. Sedangkan, serat tidak larut bertindak seperti sapu, membantu untuk menyapu hal-hal yang buruk di usus.

  4. Tambahkan makanan yang mengandung omega-3 pada menu asupan yang Anda berikan kepada anak Anda. Omega-3 akan berperan sebagai “pelumas” usus sehingga usus anak Anda dapat melakukan tugasnya dengan lebih mudah. Anda bisa menemukan omega-3 dari minyak ikan.

  5. Kurangi untuk mengonsumsi makanan yang dibekukan atau jenis makanan instan. Makanan yang dibekukan dan makanan instan merupakan jenis makanan olahan yang rendah serat dan nutrisi, tetapi tinggi lemak. Makanan olahan tersebut termasuk asupan yang tidak dapat dicerna dengan baik oleh usus dan lambung, karena usus membutuhkan energi ekstra untuk dapat mengolah makanan tersebut secara sempurna. Dalam frekuensi yang sering, hal ini dapat menyebabkan buang air besar keras pada anak.

  6. Kurangi makanan berlemak hewani. Berbagai makanan dan minuman yang bersumber lemak hewani, seperti susu sapi, daging merah, dan telur, memiliki banyak kandungan zat besi. Zat besi ini dapat memadatkan kotoran sisa penyerapan makanan jika dikonsumsi secara berlebihan.  

Namun jika keluhan tidak membaik, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri kepada dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Pemberian obat pencahar pada anak sebaiknya harus sesuai dengan anjuran dokter.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat

0 Komentar

Belum ada komentar