Sukses

Obat Untuk Mengatasi Jerawat

03 Jan 2017, 21:23 WIB
Pria, 20 tahun.

Dok, saya penderita acne vulgaris. ini sudah 4 bulan saya pergi ke dokter untuk penyembuhan jerawat saya, 2 minggu terakhir saya diberi obat methyl prednisolone 4mg diminum dengan aturan sesuai resep dokter. selama 2 minggu memang nampak jerawat saya berkurang, namun setelah saya habis obat jerawat saya muncul semua. kecil-kecil putih perih di daerah dagu dan sekitar mulut, dan beberapa jerawat merah sedang - besar dipipi. yang saya tanyakam apakah memang obat itu digunakan untuk membersihkan jerawat kemudian keluarkan seperti itu atau obat ini tidak cocok di saya atau bagaimana ya dok, beberapa bulan sebelumnya masalah ini juga pernah saya alami di dokter kulit yang berbeda. setelah obat sejenis habis jerawat selalu muncul rombongan dok. bagaimana ini? terima kasih.

 

Halo, terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Apakah selain obat minum tersebut, Anda juga menggunakan obat oles pada daerah yang berjerawat tersebut? reaksi tubuh terhadap masing- masing obat berbeda- beda, termasuk perihal keluhan yang Anda alami. Obat yang diberikan tersebut berfungsi untuk menekan proses peradangan pada tubuh sehingga diharapkan peradangan yang menyebabkan jerawat juga menjadi berkurang. Akantetapi bila yang terjadi justru sebaliknya, maka tidak ada salahnya Anda mengkonsultasikan kembali hal tersebut kepada dokter kulit Anda.

Secara umum, penyebab pasti jerawat memang belum diketahui, namun ada berbagai faktor yang diketahui berkaitan dengan penyakit ini: 

  • Stress

  • Faktor hormonal. Salah satu faktor penting yang menyebabkan timbulnya komedo dan jerawat adalah meningkatnya produksi hormon testosteron, yang dimiliki oleh tubuh pria maupun wanita. Hormon testosteron yang terdapat dalam tubuh pria maupun wanita memicu timbulnya jerawat dengan merangsang kelenjar minyak (sebaceous gland) untuk memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan.

  • Kelenjar minyak yang terlalu aktif

  • Keturunan dari orangtua

  • Bakteri di pori-pori kulit

Pengobatan jerawat juga perlu memperhatikan faktor-faktor di atas. Jerawat dapat timbul kembali jika faktor-faktor di atas tidak dapat dikontrol dengan baik. Selain pengobatannya memang membutuhkan kesabaran, juga memerlukan pengendalian dari pola makan, kebiasaan membersihkan wajah, pengendalian stress dan sebagainya.

Pengaruh makanan terhadap jerawat ini memang masih banyak diperdebatkan dan seringkali ditemukan hasilnya individual, namun, jika setelah dicoba dalam jangka waktu tertentu memberikan hasil yang terbaik, maka sebaiknya diet rendah lemak, rendah karbohidrat dan konsumsi produk susu yang terkontrol harus dipertahankan.

Konsumsi makanan rendah karbohidrat dapat mempengaruhi kontrol hormonal pada jerawat sehingga jerawat dapat membaik. Kadar gula dalam darah yang terkontrol dapat memperbaiki kondisi berjerawat. Selain itu, produk susu dan juga makanan berlemak sebaiknya juga dihindari. Makanan-makanan ini dapat menyebabkan terjadinya peningkatan minyak dalam kelenjar sebasea kulit sehingga memicu terjadinya jerawat.

Cucilah muka dengan sabun muka khusus untuk jerawat atau dengan sabun bayi setidaknya 2 kali sehari, terutama setelah beraktivitas atau berkeringat.

Untuk pengobatan topikal, dapat menggunakan retinoic acid dioleskan pada malam hari setiap hari. Selain untuk mengobati komedo dan jerawat, obat ini dapat pula mengecilkan pori-pori dan mencerahkan kulit. Awal penggunaan jerawat dapat muncul semakin banyak, kulit menjadi merah serta mengelupas, namun penggunaan obat harus tetap dilanjutkan sampai minimal 3 bulan, jika perlu seterusnya. Hindari paparan sinar matahari jika menggunakan obat tersebut atau gunakan sunblock dengan SPF minimal 30. Namun memilih sunblock juga harus berhati-hati karena sebagian besar dapat memicu munculnya komedo lebih banyak, pilihlah sunblock dan semua produk perawatan kulit yang berlabel non-comedogenic. Pada jerawat yang berukuran besar dan meradang dapat diberikan suntik kortikosteroid. Semua terapi ini harus atas indikasi dan berada di bawah pengawasan Dokter.

Prosedur lainnya untuk menghilangkan komedo dan jerawat adalah mikrodemabrasi dan atau chemical peeling. Namun sebaiknya sebelum memilih dan melakukan prosedur tersebut, kulit Anda dianalisa terlebih dahulu seperti jenis komedo dan jerawat, jenis kulit, dan adanya reaksi alergi. Setelah itu baru dipilihkan jenis cairan kimia dan konsentrasi / kekuatan yang sesuai untuk kondisi kulit Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar