Sukses

Hamil Setelah Kuretase

29 Dec 2016, 05:36 WIB
Wanita, 22 tahun.

Dokter. Saya novela . Saya menikah bulan mei , dan bulan juli saya kuret karena saya pendarahan , udia kandungan sekitar 6 minggu . Sudah 5 bulan pasca kuret saya belum di berikan buah hati . Padahal saya tidak kb apapun . Saya pernah coba salah satu susu untuk merencanakan kehamilan tapi saya agak mual dan tidak saya lanjutkan . Gimana ya dok kiat kiat saya agar bisa mempunyai momongan ? Terimakasih dok sebelumnya ..

dr. Irma Rismayanty

Dijawab Oleh:

dr. Irma Rismayanty

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami mengerti rasa khawatir yang Anda rasakan. Dinding rahim atau endometrium tipis jika terdapat kekurangan hormon terutama estrogen, dimana hal ini terjadi saat adanya siklus menstruasi, endometrium akan menjadi tipis dan tidak aktif. Keadaan endometrium tipis pun dapat terjadi setelah menopause. Untuk mempersiapkan kehamilan, ukuran 8-13 mm dinilai paling optimal, yaitu pada fase sekretorik (Hari 15-28) dimana ketebalan lapisan endometrium sedang dalam kondisi optimal untuk perlekatan janin. Jadi pengaruh tipis tebalnya dinding rahim ditentukan berdasarkan siklus menstruasi. 

Umumnya seorang perempuan akan mulai berovulasi 2 - 3 minggu setelah tindakan kuretase, sehingga sebetulnya dapat segera hamil (tidak ada hubungan tindakan kuretase dengan kesuburan). Namun disarankan memulai kehamilan setelah 3 bulan untuk mempersiapkan fisik dan psikis ibu.

Sekitar 10-15% dari kehamilan akan mengalami keguguran oleh berbagai sebab. Sebab yang paling sering (sekitar 60%) adalah adanya kelainan kromosom berat pada embrio (atau janin) sehingga embrio tersebut tidak dapat berkembang normal dan akhirnya akan gugur. Faktor ini tidak ada tindakan pencegahannya.

Persiapan kehamilan pasca keguguran 1x tidak berbeda:

  • Hitung masa subur: Jika siklus menstruasi anda berlangsung teratur selama 28 hari, maka waktu terjadinya ovulasi anda adalah perkiraan Hari Pertama Haid Berikutnya dikurangi 14 hari. Lakukanlah hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi. Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika Anda dan suami melakukan hubungan seksual pada masa-masa itu.   
  • Ubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. 
  • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami).
  • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas.
  • Konsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari seperti yang sudah Anda lakukan sebelumnya agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.
  • Lakukan hubungan intim 3x/minggu dengan posisi misionaris (pria di atas)

Mengenai pertanyaan Anda mengenai obat kesuburan, sebaiknya tidak sembarangan meminum obat. Setiap obat memiliki indikasi yang berbeda beda, dan setiap obat memiliki efek samping tertentu. Obat-obat hormonal hanya diberikan jika terbukti ada gangguan hormonal. Sebaiknya konsultasikan masalah Anda pada dokter spesialis kandungan dan kebidanan.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar