Sukses

Donor Organ Di Indonesia

26 Dec 2016, 16:48 WIB
Wanita, 19 tahun.

dokter, saya mau bertanya. bagaimana cara mendaftarkan diri sebagai pendonor organ secara legal di Indonesia. saya berencana mendonorkan organ saya setelah saya meninggal dunia. saya mencari referensi di internet tapi belum menemukan jawaban yang memuaskan dok. apa di indonesia bisa melakukan pendaftaran dan mendapatkan kartu tanda pendonor sebagai bukti bahwa memang telah mendaftarkan diri sebagai pendonor secara legal seperti di luar negeri? terimakasih.

dr. Irma Rismayanty

Dijawab Oleh:

dr. Irma Rismayanty

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami mengerti rasa khawatir yang Anda rasakan. Jika anda ingin mendonorkan organ anda ketika anda telah meninggal dunia tentunya ini adalah tindakan yang mulia. Namun sayangnya, tidak semudah itu jika ingin melakukan donor organ, anda harus mendapatkan persetujuan keluarga anda tak hanya cukup diri anda sendiri karena di Indonesia budaya nya masih kental. Organ tubuh yang bisa didonorkan adalah jantung, kornea mata, ginjal, pankreas dan liver (hati) jika seseorang sudah meninggal. Dari sisi medis yang harus diperhatikan organ tersebut harus sehat

Langkah yang dapat dilakukan:

  • Pastikan Anda benar-benar mau menjadi pendonor organ. Pendonor organ harus benar-benar yakin apakah ia mau mendonorkan organnya atau tidak, tidak boleh ada pengaruh orang lain. 
  • Daftarkan diri sebagai pendonor. Lembaga yang dapat melakukan hal ini baru bisa dilakukanmelalui Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) untuk jenis donor kornea mata. Hingga saat ini belum ada sebuah organisasi atau yayasan yang khusus memfasilitasi donor organ karena takut disalahgunakan. Jika ingin mendonorkan kornea mata misalnya, pertama-tama kornea mata akan diperiksa oleh dokter mata. Lalu pendonor harus mengisi formulir khusus yang berisi syarat-syarat tertentu dengan didampingi saksi.Setelah itu baru dicarikan resipien (penerima) organ yang kira-kira cocok.
  • Katakan keinginan pada keluarga dan meminta dukungan nya. Jangan sampai keluarga anda menentangnya dan buatlah secara tertulisnya dan sah di mata hukum. Jika Anda tiba-tiba meninggal dunia karena kecelakaan atau penyakit, keluargalah yang akan mengurus keperluan donor organ. Dokter tidak akan mengambil organ atau jaringan tanpa izin dari keluarga pendonor meskipun Anda sudah mendaftar menjadi seorang pendonor. Itulah mengapa diskusi dengan keluarga bagian penting dalam proses donor organ.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar