Sukses

Mengendalikan Amarah Kepada Anak

17 Dec 2016, 13:09 WIB
Wanita, 23 tahun.

Dok, saya sering marah-marah sama anak dan sering kasar ketika mereka melakukan kesalahan saat saya sudah lelah mengerjakan pekerjaan rumah, saya juga gak tau kenapa saya gak bisa kontrol emosi saya, sekarang anak pertama saya gak mau dekat saya, selalu maunya didekat neneknya tapi saya tidak suka karena neneknya selalu memanjakannya. selalu menutupi kesalahannya dan mengkambing hitamkan benda kalo anak saya salah, itu membuat anak saya semakin sering berbuat salah dan sering mengulanginya lagi, saya menjadi semakin temperamen .. saat ini saya tinggal dengan ibu saya karena suami saya tidak bersedia pisah dari orang tua atau mengontrak sebelum kami punya rumah sendiri ..

 

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Setiap individu pasti pernah marah dengan berbagai alasan.  jjika tidak dikendalikan dengan tepat dan bersifat destruktif maka amarah akan berpotensi besar untuk menimbulkan masalah baru, seperti masalah di tempat kerja, di keluarga, atau pun hubungan interpersonal.



Faktor penyebab mengapa seseorang menjadi marah dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: eksternal dan internal. Faktor eksternal adalah hal-hal yang datang dari luar diri sang individu. Contoh: anda marah karena terjebak macet. Di samping hal-hal external tersebut, kemarahan juga dapat disebabkan oleh adanya faktor-faktor yang ada di dalam diri anda. Dengan kata lain  ada unfinished business yang bisa memicu anda untuk marah. Contoh: ketakutan atau kekuatiran terhadap suatu hal tertentu, ketidakmampuan dalam berinteraksi.

Individu yang mudah sekali menjadi marah biasanya adalah mereka yang memiliki tingkat toleransi yang rendah terhadap suatu tekanan atau hal-hal yang menyebabkan rasa frustrasi. Individu seperti ini menganggap bahwa mereka tidak selayaknya menerima kondisi yang tidak menyenangkan.  Mereka sangat sulit mengambil hikmah dari situasi yang tidak menyenangkan dan menjadi marah ketika situasi "tidak berpihak" mereka  seperti ketika sedang dikritik atau ditegur karena melakukan suatu kesalahan. 

Kata-kata kasar yang diucapkan orang tua ketika memarahi anak ternyata memberikan dampak buruk bagi tumbuh kembang mereka, khususnya perkembangan mental dan kepribadian anak. Seperti kita tahu memori anak masih segar dan berfungsi sangat baik sehingga mereka bisa merekam apa yang dilakukan dan diucapkan orang tua mereka dengan sangat baik hingga dewasa nanti.

Anak yang sering dibentak saat dewasa menjadi minder & takut mencoba hal baru. Jiwanya selalu merasa bersalah sehingga hidupnya penuh keraguan dan tidak percaya diri. Anak akan memiliki sifat pemarah, egois, judes karena dia dibentuk dengan kemarahan oleh orang tuanya. Jika ada hal yang tidak berkenan dihatinya karena sikap kawannya, dia cenderung agresif dan memarahi rekannya. Padahal masalahnya hanya sepele. Anak akan memilki sifat menantang, keras kepala dan suka membantah nasehat atau perintah orang tuanya.
Ia juga akan memiliki pribadi yang tertutup dan suka menyimpan unek-unek nya, takut mengutarakan, karena takut dipersalahkan. Anak menjadi apatis, sering tidak peduli pada suatu hal.

Beberapa Cara Untuk Meredam Emosi / Amarah yaitu;

1. Rasakan Yang Orang Lain Rasakan

Cobalah bayangkan apabila kita marah kepada orang lain. Sekarang tukar posisi di mana anda menjadi korban yang dimarahi. Bagaimana kira-kira rasanya dimarahi.

2. Tenangkan Hati Di Tempat Yang Nyaman

Jika sedang marah alihkan perhatian anda pada sesuatu yang anda sukai dan lupakan segala yang terjadi. Tempat yang sunyi dan asri seperti taman, pantai, kebun, ruang santai, dan lain sebagainya mungkin tempat yang cocok bagi anda. Jika emosi agak memuncak mingkin rekreasi untuk penyegaran diri sangat dibutuhkan.

3. Mencari Kesibukan Yang Disukai

Untuk melupakan kejadian atau sesuatu yang membuat emosi kemarahan kita memuncak kita butuh sesuatu yang mengalihkan amarah dengan melakukan sesuatu yang menyenangkan dan dapat membuat kita lupa akan masalah yang dihadapi.

4. Curahan Hati / Curhat Pada Orang Lain Yang Bisa Dipercaya

Menceritakan segala sesuatu yang terjadi pada diri kita mungkin dapat sedikit banyak membantu mengurangi beban yang ada di hati.

5. Mencari Penyebab Dan Mencari Solusi

Ketika pikiran anda mulai tenang, cobalah untuk mencari sumber permasalahan dan bagaimana untuk menyelesaikannya dengan cara terbaik. Untuk memudahkan gunakan secarik kertas kosong dan sebatang pulpen untuk menulis daftar masalah yang anda hadapi dan apa saja kira-kira jalan keluar atau solusi masalah tersebut. Pilih jalan keluar terbaik dalam menyelesaikan setiap masalah yang ada.

6. Ingin Menjadi Orang Baik

Orang baik yang sering anda lihat di layar televisi biasanya adalah orang yang kalau marah tetap tenang, langsung ke pokok permsalahan, tidak bermaksud menyakiti orang lain dan selalu mengusahakan jalan terbaik. Pasti anda ingin dipandang orang sebagai orang yang baik.

7. Melupakan Masalah Yang Ada

Ketika rasa marah menyelimuti diri dan kita sadar sedang diliputi amarah maka bersikaplah masa bodoh dengan kemarahan anda. Ubah rasa marah menjadi sesuatu yang tidak penting.

8. Berpikir Rasional Sebelum Bertindak

Sebelum marah kepada orang lain cobalah anda memikirkan dulu apakah dengan masalah tersebut anda layak marah pada suatu tingkat kemarahan.

9. Kendalikan Emosi Dan Jangan Mau Diperbudak Amarah

Orang yang mudah marah dan cukup membuat orang di sekitarnya tidak nyaman sudah barang tentu sangat tidak baik. Kehidupan sosial orang tersebut akan buruk. Ikrarkan dalam diri untuk tidak mudah marah. Santai saja dan cuek terhadap sesuatu yang tidak penting.




Apabila kondisi ini semakin mengganggu maka sebaiknya konsultasikan ke dokter psikiater atau psikolog untuk membantu mengandalikan amarah Anda.

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar