Sukses

Memainkan Kelamin Sendiri

14 Dec 2016, 22:50 WIB
Wanita, 4 tahun.

Dear Team Dokter, Anak saya laki2 dengan usia 4tahun, udh beberapa bulan ni sering memegang alat kelaminnya dalam segala kondisi ditambah tidak mau bermain dengan anak2 seusiannya. maksdunya saat dilingkungan sosial justru asyik maen yang laen. Mohon informasinya, langkah apa yang harus sy lakukan salam joe

dr. Irma Rismayanty

Dijawab Oleh:

dr. Irma Rismayanty

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami mengerti rasa khawatir yang Anda rasakan. Seksualitas berkembang sejak masa anak-anak, remaja, sampai dewasa. Freud membagi perkembangan psikoseksual pada masa anak- anak menjadi empat  fase, yaitu: 

  • Fase oral berlangsung sejak bayi lahir sampai usia 1-2 tahun. Pada fase ini, mulut merupakan pusat kenikmatan bagi bayi. Karena itu bayi senang menyusu dan mengisap. 
  • Fase anal, yang berlangsung mulai usia sekitar 2-4 tahun. Pada fase ini, daerah dubur dan sekitarnya, seperti saluran kencing, merupakan pusat kenikmatan. ??Perasaan senang atau nikmat dirasakan ketika anak menahan berak atau kencingnya. 
  • Fase falus, yaitu mulai usia sekitar 4-6 tahun. Selama fase ini anak merasakan alat kelaminnya sebagai bagian yang menyenangkan. Karena itu pada fase ini anak senang mempermainkan kelaminnya. Sebagian anak bahkan dapat mencapai orgasme.  ??
  • Fase laten pada usia sekolah. Pada bagian awal fase ini, anak tidak lagi memusatkan perhatian kepada kelaminnya. Bahkan anak seakan-akan lupa bahwa kelaminnya merupakan bagian yang menyenangkan.

Hal yang sebaiknya dilakukan orangtua :

  • Tanyakan dengan Lembut. Mengapa anak suka memegang alat kelaminnya? Dengan menanyakan alasannya, orangtua bisa mengedukasi anak, apa yang dilakukannya itu tidak baik.
  • Peluk dan Beri Perhatian. Ketika anak mendapat cukup perhatian dan berinteraksi mesra dengan orangtuanya, praktis ia akan teralihkan dari kebiasaan memegang alat kelaminnya. Kontak fisik yang menyiratkan kasih sayang orangtua lebih efektif dalam menasihati anak daripada dilakukan secara tegas.
  • Ajak Bermain. Mengalihkan perhatian anak dengan memberinya mainan kesukaan merupakan salah satu langkah efektif. Tentu saja orangtua perlu menemaninya bermain agar ia tak mengulang kebiasaannya.

Yang Harus Dihindari adalah:

  • Mempermalukan Anak. Mengejek atau memarahinya di depan orang lain agar anak malu melakukannya justru tak akan membuat anak menghentikan kebiasaannya. Bahkan, bisa membangun persepsi yang salah soal seks kepada anak.
  • Menampik Tangan Anak. Tanpa penjelasan verbal atau hanya menampik tangan anak agar tak memegangi alat kelaminnya tak akan membuatnya mengerti letak kesalahannya.
  • Memarahi dengan Emosi Tinggi. Ketika si kecil suka memegangi alat kelamin, kebanyakan orangtua malu dan ingin menunjukkan superioritasnya dengan memarahinya. Hal ini justru membuat pola komunikasi orangtua-anak menjadi rusak dan tak tertutup kemungkinan anak akan bermasturbasi sembunyi-sembunyi.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar