Sukses

Kejang Setelah Berolahraga

10 Dec 2016, 22:12 WIB
Pria, 32 tahun.

siang Dok. Saya mau tanya. Kenapa setelah kerja berat dan setelah bermain bulu tangkis,setelah itu saya pasti mengalami kejang2 juga di saat ketika tidur,padahal di keluarga saya tidak ada yg punya kelainan itu. Apakah karna kelelaha Dok

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-Konsultasi Tanya Dokter dari KlikDokter.com.

Saat mengalami kejang, seperti apa bentuknya pak? Apa bisa digambarkan dengan lebih jelas gejalanya? Apakah Kelojotan seluruh tubuh? Apa hanya pada bagian tertentu?

Sebelum kita memahami definisi mengenai kejang, perlu kita ketahui tentang seizure dan konvulsi. Yang dimaksud dengan seizure adalah cetusan aktivitas listrik abnormal yang terjadi secara mendadak dan bersifat sementara di antara saraf-saraf di otak yang tidak dapat dikendalikan. Akibatnya, kerja otak menjadi terganggu. Manifestasi dari seizure bisa bermacam-macam, dapat berupa penurunan kesadaran, gerakan tonik (menjadi kaku) atau klonik (kelojotan), konvulsi dan fenomena psikologis lainnya. Kumpulan gejala berulang dari seizure yang terjadi dengan sendirinya tanpa dicetuskan oleh hal apapun disebut sebagai epilepsi (ayan). Sedangkan konvulsi adalah gerakan mendadak dan serentak otot-otot yang tidak bisa dikendalikan, biasanya bersifat menyeluruh. Hal inilah yang lebih sering dikenal orang sebagai kejang.

Jika keluhan Anda hanya berupa kedutan otot pada salah satu bagian tubuh maka nampaknya, keluhan yang Anda maksudkan disebut dengan kedutan atau kejang otot dan hypnic jerks atau dikenal dengan mioklonus positif. Mioklonus positif adalah gerakan involunter (tidak sadar) kontraksi mioklonus (otot) yang muncul selama tahapan hypnagogia, yaitu kondisi dimana seseorang sedang mulai jatuh tertidur. Umumnya hypnic jerk ini akan diikuti rasa ingin terjatuh atau kaget ketika bangun tidur. Hal ini umumnya terjadi karena tidak teraturnya waktu tidur. Hypnic jerk biasanya dirasakan 1-2 kali dalam waktu semalam, dapat timbul dalam kondisi tidur yang normal. Hal ini lebih sering terjadi bagi mereka yang kurang tidur lebih dari 24 jam atau mereka yang terbangun padahal waktu tidur mereka masih kurang.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan, silakan kirimkan pertanyaan Anda melalui fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar