Sukses

Pembersih Vagina, Perlukah?

09 Dec 2016, 15:25 WIB
Wanita, 22 tahun.

siang dok mau tanya vagina saya ko kadang gatel kadang ga dan mau n. taanya pembersih vagina apa yg bagus makasih

 

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran Anda. Kesehatan organ intim haruslah menjadi perhatian utama semua wanita. Menjaga kesehatan daerah kewanitaan bukan merupakan pekerjaan yang muda. Dibutuhkan ketekunan dan ketelitian dalam perawatannya. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kesehatan organ kewanitaan.

Berikut adalah 9 cara menjaga kesehatan dan kebersihan vagina:

  1. Gunakanlah pakaian dalam dari bahan katun atau sutra ketimbang dari bahan sintetik. Ganti pakaian dalam setiap hari.
  2. Jangan berlama-lama menggunakan pakaian ketat (celana yang ketat, jeans) atau stocking karena dapat meningkatkan kelembaban daerah kewanitaan dan mempermudah iritasi dan pertumbuhan bakteri dan jamur.
  3. Hindari produk-produk seperti: semprotan kewanitaan, tisu berwarna dan mengandung pewangi, pembalut yang mengandung pewangi. Produk-produk tersebut dapat menyebabkan iritasi daerah kewanitaan.
  4. Jika sedang menggunakan pembalut, rutinlah mengganti pembalut, paling tidak 2-3 kali sehari.
  5. Pastikan pakaian dalam Anda dicuci dan dibilas 2 kali dengan bersih sehingga tidak ada bahan iritan yang tertinggal dari deterjen atau pengharum pakaian.
  6. Hindari penggunaan sabun antiseptik, pewangi, cairan pewangi, bedak di sekitar area kewanitaan.
  7. Cucilah daerah kewanitaan dengan arah dari depan ke belakang
  8. Jangan melakukan vaginal douching karena dapat menimbulkan iritasi dan menghilangkan bakteri baik yang berguna untuk menjaga daerah kewanitaan tetap sehat.
  9. Jangan berganti-ganti pasangan seksual dan tidak melakukan hubungan seksual di luar nikah.

Dewasa ini banyak beredar produk-produk antiseptik untuk membersihkan organ intim kewanitaan. Namun, kami tidak merekomendasikan penggunaan berbagai produk antiseptik tersebut, sebab  belum dapat dipastikan tidak menyebabkan masalah kesehatan. Karena antiseptik merupakan agen kimia yang berfungsi mencegah, memperlambat atau menghentikan pertumbuhan mikro-organisme (kuman) pada permukaan luar tubuh dan membantu mencegah terjadinya infeksi yang penggunaannya diperuntukkan untuk bagian permukaan luar kulit tubuh. Apabila tindakan ini dilakukan terlalu sering dan berlebihan justru akan mendatangkan lebih banyak kerugian dibandingkan manfaatnya. Selain kuman 'jahat' pemakaian antiseptik juga akan membunuh kuman-kuman normal dalam vagina yang berfungsi untuk melawan kuman ‘jahat’ yang masuk ke dalam vagina, sehingga kuman jahat tersebut dapat tumbuh subur dalam vagina. Sebenarnya, bakteri 'jahat' terdapat di vagina, namun dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan flora normal. Namun bila keseimbangan lingkungan vagina terganggu, maka bakteri 'jahat' tersebut akan meningkat jumlahnya. Keadaan tersebut dapat memudahkan terjadinya infeksi. Selain itu, beberapa produk antiseptik dapat bersifat iritatif sehingga risiko terjadinya peradangan atau infeksi menjadi lebih besar. 

Sebenarnya, membersihkan dengan menggunakan air bersih saja sudah cukup, karena vagina memiliki mekanisme sendiri untuk pembersihan. Setelah buang air, Anda dapat membersihkan bagian luar vulva yang berambut dengan air dan sabun, namun untuk bagian vagina cukup dengan air bersih saja dan pastikan arah membersihkannya adalah dari depan ke belakang. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah kotoran atau virus yang berasal dari saluran pembuangan tidak sampai ke area vagina. Selain itu jangan lupa untuk mengeringkan vagina menggunakan handuk bersih atau tissue.  Jika sampai terpaksa harus menggunakan pembersih vagina, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter kandungan dan kebidanan tentang produk apa yang harus digunakan.

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar