Sukses

Kenaikan BB yang Normal pada Ibu Hamil

06 Dec 2016, 10:05 WIB
Wanita, 23 tahun.

Kenaikan berat badan normal ibu hamil perbulan berapa kg?

Terima kasih telah menggunakan fitur e-konsultasi KlikDokter.

 

Menurut Institute of Medicines (IOM) Amerika Serikat, anjuran kenaikan berat badan dilihat berdasarkan kondisi status gizi wanita tersebut sebelum hamil.

  • Apabila sebelum hamil memiliki status gizi berat badan kurang ( IMT < 18.5 kg/m2) maka kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah 12.5-18 kg
  • Apabila sebelum hamil memiliki status gizi berat badan normal ( IMT 18.5 kg/m2-24.9 kg/m2) maka kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah sekitar 11.5-16 kg
  • Apabila sebelum hamil memilki status berat badan berlebih (IMT 25 kg/m2-29.9 kg/m2) maka kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah 7-11.5 kg
  • Apabila sebelum hamil memiliki status gizi berat badan sangat berlebih (IMT >30 kg/m2) maka kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah 5-9 kg.

Yang tak kalah penting adalah ibu juga menjalani beberapa prinsip makan yang baik selama kehamilan seperti:  

  • Makanlah dengan lebih teratur. Tepat waktu. Makanlah dengan asupan nutrisi yang tepat.
  • Hindari diet selama masa kehamilan. Orientasi umum pada istilah diet adalah mengurangi porsi makan. Diet yang dimaksud disini adalah merubah asupan nutrisi dari porsi yang sudah ada, menjadi lebih berkualitas. Bukan mengurangi jumlah porsi makanan.
  • Makanlah dengan porsi pas. Tidak berlebihan, dan tidak kekurangan. Makan dengan jumlah porsi kecil namun dengan dalam intensitas sering merupakan cara yang lebih baik.
  • Konsumsi vitamin untuk ibu hamil secara teratur.
  • Minum air yang cukup.
  • Perhatikan keseimbangan gizi mengonsumsi makanan yang berserat, buah-buahan dan sayuran.

Zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh ibu hamil antara lain:

  1. Makanan dengan kalori tinggi. Setiap wanita hamil membutuhkan tambahan sekitar 300 kalori/hari.
  2. Protein. Ibu hamil membutuhkan sekitar 75 gram protein/hari. Peningkatan kebutuhan kalori ini dapat dipenuhi dengan meningkatkan makanan yang kaya akan protein hewani dan nabati, seperti daging, ikan, telur, susu, keju, kacang-kacangan, tempe, tahu, dll
  3. Asam folat. Ibu hamil membutuhkan 600 mg folat/hari. Asupan asam folat ini dapat diperoleh dari suplementasi asam folat atau dari sayuran berwarna hijau seperti bayam, asparagus, jus jeruk, buncis, kacang-kacangan, roti gandum, dll. Asupan asam folat ini penting untuk mencegah cacat pada otak dan tulang belakang janin.
  4. Zat besi. Ibu hamil membutuhkan sekitar 27 mg zat besi/hari. Asupan zat besi ini dapat diperoleh dari suplemen, ataupun dari daging merah, ikan, unggas, kacang-kacangan, dll.
  5. Zinc. Ibu hamil dengan kadar zinc yang rendah dalam makanannya berisiko untuk melahirkan bayi prematur dan bayi dengan berat lahir rendah. Zinc dapat ditemukan secara alami pada daging merah, gandum utuh, kacang-kacangan, polong-polongan, dan lainnya.
  6. Kalsium. Kebutuhan kalasium ibu hamil adalah sekitar 1000 mg/hari. Kalsium ini dapat diperoleh dari susu, keju, yogurt, dll.
  7. Vitamin. Ibu hamil membutuhkan asupan vitamin dengan dosis:
  • Vitamin A : 770 mcg/hari
  • Vitamin B : 1,4 mg/hari
  • Vitamin C : 85 mg/hari
  • Vitamin D : 5 mcg/hari
  • Vitamin E : 15 mg/hari

Anda dapat mengonsumsi sayur mayur termasuk daun pepaya, yang perlu diperhatikan adalah mencuci bersih sayuran tersebut, kemudian memasaknya hingga matang, dan sebisa mungkin hindari konsumsi makanan mentah. Tujuannya adalah untuk menghindari kontaminasi bakteri yang berbahaya yang dapat memicu infeksi. Selain memiliki tingkat nutrisi yang tinggi, sayuran juga kaya akan serat yang sangat bermanfaat untuk ibu hamil. Sayuran dapat berguna melancarkan pencernaan, memberi asupan zat besi, dan meningkatkan sistem imun pada tubuh ibu hamil.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar