Sukses

Mengatasi Trauma BAB Pada Anak

03 Dec 2016, 07:55 WIB
Wanita, 27 tahun.

dok,, anak saya usia 6 bln sejak 4 bulan mulai susah BAB, tidak setiap hari bisa sampai 4 hari baru BAB dan belakangan ini dia pup nya keras sampai menangis untuk mengeluarkan. semenjak itu dia jd trauma untuk BAB, pdhl saya sudah bawa ke DSA sudah diberi laxadine tp anknya tdk mau pup jg. stlh 3 hari saya kasi microlax barulah dia BAB. bagaimana cara menghilangkan trauma pd anak saya?

 

Terimakasih atas pertanyaan Anda. 

 

Sembelit pada bayi di bawah umur 1 tahun merupakan hal yang wajar terjadi, terutama pada usia 2-6 minggu pertama. Pada masa ini, frekuensi kontraksi usus biasanya berkurang (terutama pada bayi yang mendapat ASI). Penurunan frekuensi buang air besar pada bayi bukan berarti dia mengalami sembelit. Yang terjadi adalah, sistem pencernaan bayi beradaptasi lebih baik dan mampu mencerna serta menyerap nutrien pada susu. Akibatnya, buang air besar lebih jarang.

Namun ada juga beberapa kondisi yang dapat menyebabkan sembelit pada bayi, diantaranya:

  • Dehidrasi atau kekurangan cairan

  • Mendapat jenis makanan baru, seperti baru mengganti ASI dengan susu formula atau makanan lunak

  • Penyakit yang mendasari: Morbus hirschprung, hipotiroidisme, cystic fibrosis

karenausia anak Anda sudah 6 bulan maka perbanyak konsumsi air putih dan tetap berikan ASi dan MPASi sesuai usia. Jika sembelit berlangsung lebih dari 4-5 hari disertai darah, anak menjadi rewel dan gelisah, perut semakin membesar, sebaiknya segera periksakan ke dokter spesialis Anak.

 

 Gejala sembelit pada anak, harus diatasi sedini mungkin dengan menyesuaikan penyebabnya. Pasalnya, sembelit cenderung menetap dan akan menjadi semakin berat bila dibiarkan lebih lama. Tentu kondisi tubuh anak akan terganggu, dan dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan tubuh yang lainnya. Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan di rumah untuk mengatasi sembelit pada anaknya:

  • Bila anak mengeluh sakit saat BAB karena tinjanya keras, lakukan intervensi diet untuk melunakkan kotorannya.  Berikan pula makanan tinggi serat (fiber) seperti buah-buahan (prune, pir ) dan sayuran hijau. Biji selasih juga boleh diberikan pada si kecil karena banyak mengandung serat. Juga perbanyak asupan cairan, 

  • Anda boleh saja memberikan pencahar, tetapi penggunaannya harus dalam pengawasan dokter. Sebab, perlu disesuaikan antara berat-ringan sembelit dengan jenis, lama, dan dosis yang diberikan. Pemberian secara berlebihan, terutama yang melalui anus, dapat membuat Anus anak terasa sakit saat BAB.

  • Bila ingin mengolesi Anus anak dengan minyak kelapa atau baby oil boleh saja. Tapi ingat, banyak anak memiliki kulit sensitif sehingga pemberian minyak bisa menimbulkan iritasi dan membuatnya semakin merasa sakit saat BAB.

  • Ketika anak BAB, perhatikan posisinya. Posisi jongkok atau duduk di kloset umumnya memudahkan kotoran keluar karena posisi ini dapat meningkatkan tekanan di rongga perut dan mempermudah pengeluaran kotoran. Perhatikan juga, apakah anak sering menahan BAB atau tidak. Bila ya, segera minta anak untuk tidak melakukannya

  • Meskipun untuk kasus-kasus ringan, Anda bisa melihat gejala dan mengatasi sendiri, namun Anda juga perlu pemeriksaan klinis dari dokter untuk memastikan apakah sembelit yang dialami anak perlu penanganan lebih serius atau tidak. Pasalnya, ada anak yang sudah mengalami sembelit berat padahal BAB yang keluar cair dan sedikit-sedikit. Dan juga, sembelit tak bisa dianggap sepele karena sembelit ada yang bersifat akut (keluhan timbul selama 1-4 minggu) dan kronis (keluhannya lebih dari sebulan). Berbeda dengan sembelit akut, sembelit kronis butuh pengobatan cukup lama, hingga berbulan-bulan. Sayangnya, banyak orangtua yang membawa anaknya justru pada kondisi yang sudah parah atau kronis.

  • Demikian pula dengan anak yang sembelit karena penyakit, seperti mengalami kekurangan cairan, kurang BB kronis, kelebihan zat kapur, hirschsprung, Anda tak bisa menanganinya sendiri tetapi anak harus dibawa ke dokter. Diperlukan diagnosa mendalam dan terapi pengobatan yang sesuai untuk mengatasinya. Hirschsprung misal, perlu tindakan operasi sebagai salah satu cara pengobatan yang terbaik. Bila tidak, dikhawatirkan akan terjadi infeksi usus kronis yang akan menambah parah penyakit yang

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar