Sukses

Tangan Kebas, Kram Betis, Nyeri Selangkangan Saat Hamil

03 Dec 2016, 07:34 WIB
Wanita, 30 tahun.

siang dok.....uk kehamilan saya 31 weeks... sejak memasuki trimester 3 ini saya sering mengalami kram pada betis,tangan terasa kebas tiap bangun pagi... kira2 apa penyebabnya dok...udah konsultasi ke bidan ,dikasih obat tapi tetap saja begitu.. kira2 apa ada vitamin atau jenis obat lain buat ini dok? satu ladi dok sampai kehamilan usia sekarang saya belum pernah usg,,,,pada saat memasuki kehamilan 7 bulan saya merasakan nyeri di selangkangan kanan sampai sekarang ,,kira2 kenapa ya dok?trimaksih dok....

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-Konsultasi Tanya Dokter dari KlikDokter.com.

  1. Kesemutan di Tangan

Kesemutan saat hamil merupakan hal wajar, ini dikarenakan terjadi penekanan saraf pada tangan seiring dengan bertambahnya usia kehamilan terdapat penimbunan (retensi) cairan. Biasanya terjadi pada pagi hari saat bangun tidur. Untuk menguranginya bisa dilakukan pijatan ringan dan peregangan di tangan, merendam di air hangat, banyak minum air putih.

Namun, jika keluhan kesemutan pernah dirasakan sebelum terjadi kehamilan dan terjadi terus menerus, maka hal tersebut perlu diperiksakan lebih lanjut. Kesemutan merupakan keluhan yang pernah dialami oleh semua orang. Biasanya kesemutan terjadi saat tubuh terlalu lama diam, atau berada dalam suatu posisi tertentu, sehingga aliran darah ke daerah tersebut (misal ke arah tangan atau kaki anda) menjadi terhambat dan timbul keluhan kesemutan. Anda tidak perlu khawatir mengenai hal ini. Ini merupakan hal yang wajar terjadi. Keluhan tersebut akan berangsur-angsur menghilang dengan menggerak-gerakkan bagian tubuh yang kesemutan sehingga aliran darah kembali lancar ke daerah tersebut.

2. Kram betis

Keram pada betis  wajar dialami ibu hamil disebabkan karena perubahan bentuk tubuh akibat kehamilan dan hormonal. Kaki atau betis akan menanggung beban yang cukup berat ketika berat badan ibu meningkat akibat kehamilan sehingga apabila tidak dilatih akan menyebabkan terjadinya keram atau pegal.

Hal ini sebenarnya dapat dihindari dengan rajin melakukan senam hamil yang melatih berbagai otot di tubuh serta pernapasan guna mengurangi keluhan di kala kehamilan. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi keluhan akibat dari keram pada betis :

  • jangan menggunakan sepatu yang memiliki hak lebih dari 1,5 cm karena beban gravitasi akibat kehamilan akan meningkat dan menyebabkan nyeri pada kaki. Risiko lainnya adalah mudah jatuh

  • Anda dapat mengoleskan lotion penghangat (balsem, dll) pada betis Anda dan kemudian mengurutnya perlahan-lahan

  • mintalah suami Anda untuk menarik atau meregangkan kaki Anda dan kemudian menekuk pergelangan kaki Anda. Hal ini berguna untuk menarik otot yang keram

  • apabila kaki Anda bengkak, kurangilah mengonsumsi berbagai macam makanan yang banyak mengandung natrium seperti garam, makanan kaleng, sosis

  • Anda dapat rutin melakukan senam hamil

  •  

3. Nyeri Selangkangan

Ada beberapa penyebab nyeri pada selangkangan dan paha pada saat kehamilan : 

1. Perubahan hormonal : akibat peningkatan hormon relaxin dan progesterone selama kehamilan dapat menyebabkan otot dan ligamen pada daerah pianggul untuk melemas dan teregang guna persiapan kelahiran. Namun otot dan ligamen-ligamen ini berguna untuk menompang tulang-tulang pada panggul dimana terkadang dapat menimbulkan nyeri pada selangkangan, paha dan perut bawah.

2. Perubahan struktur tubuh : Akibat kehamilan, terjadi perubahan pada bentuk panggul yang dapat menimbulkan nyeri pada selangkangan dan paha terutama disebabkan oleh pertumbuhan janin dalam perut.

3. Round Ligament pain : Suatu nyeri yang menusuk pada daerah selangkangan, perut bawah,  yang disebabkabn oleh pertambahan ketebalan serta perengan ligamen pada panggul. Ditandai dengan nyeri yang timbul bila si ibu berdiri dari duduk, batuk, atau melakukan aktiftas. 

4. SPD (symphis pubis dysfunction) : Terjadi akibat beberapa hal seperti pertambahan berat badan, pengharuh perubahan hormon, dan ada beberapa yang menyebutkan pergerakan tubuh. Oleh karena selama kehamilan terjadi peningkatan jumlah hormon relaxin an progesterone yang berguna untuk menopang kehamilan, biasanya terjadi pergeseran dari tulang panggunl sebanyak 2- 3mm, namun beberapa keadaan yang disebutkan diatas memicu terjadinya pergeseran yang berlebihan hingga dapat menimbulkan nyeri yang sangat pada daerah panggul yang menyebar ke punggung, paha dan timbul kesan bunyi "klik" pada daerah pubis. 

5. Diastasis of Symphisis Pubis (DSP) : Terjadi pergeseran berlebihan dari tulang pubis hingga mencapai 10 mm atau lebih yang menyebabkan nyeri pada panggul dan perut bawah. 

Beberapa hal yang anda dapat lakukan : 

  • Perbaiki postur

  • memakai sepatu yang nyaman, hindari sepatu dengan hak

  • hindari berdiri terlalu lama

  • Coba naikkan kaki sedikit saat duduk 

  • Saat tidur, coba tidur dengan miring ke samping 

  • HIndari mengangkat barang berat 

  • Coba tambahkan makanan yang mengandung kalsium dan magnesium dalam diet anda

  • Lakukan beberapa tipe olahraga santai untuk mendukung kekuatan tulang panggul anda

  • Pada daerah yang nyeri lakukan kompres dengan air panas atau es

Bila nyeri semakin bertambah coba konsultasikan diri anda ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan  anda, mungkin akan dilakukan fisioterapi atau pemberian obat anti nyeri bila sangat nyeri. 

4. USG Kehamilan

 

Tidak seperti pemeriksaan sinar x (foto rontgen), pemeriksaan USG yang dilakukan untuk mengevaluasi kehamilan anda tidak akan memberikan akibat buruk terhadap janin anda, meskipun pemeriksaan tersebut dilakukan setiap bulan. Pemeriksaan USG dalam kehamilan sebenarnya dilakukan untuk beberapa tujuan, diantaranya adalah :

  • Untuk mendiagnosis dan memastikan adanya kehamilan. Biasanya dilakukan pada usia kehamilan sekitar 5 minggu. USG juga ditujukan untuk melihat lokasi kehamilan (di dalam rahim atau diluar rahim)

  • Untuk mengetahui penyebab terjadinya perdarahan dalam kehamilan

  • Untuk menentukan usia kehamilan dan ukuran janin

  • Untuk mendiagnosis adanya cacat janin 

  • Untuk mengetahui letak plasenta

  • Untuk mengetahui adanya kehamilan kembar

  • Untuk memperkirakan jumlah air ketuban

  • dll

Untuk mendeteksi hal-hal tersebut, pemeriksaan USG tidak harus dilakukan setiap bulannya. Sebenarnya tidak ada aturan khusus mengenai frekuensi seorang wanita hamil untuk melakukan pemeriksaan USG. Namun, dalam keadaan normal seorang wanita hanya perlu 3 kali melakukan pemeriksaan USG selama kehamilannya, yaitu :

  1. Pemeriksaan pertama pada usia kehamilan sekitar 7 minggu untuk mengkonfirmasi kehamilan, menyingkirkan kemungkinan hamil diluar kandungan, melihat denyut jantung janin dan mengukur panjang janin (crown-rump length)

  2. Pemeriksaan kedua saat usia kehamilan 18-20 minggu untuk mendeteksi adanya cacat janin. Pada usia ini, ukuran janin sudah cukup besar sehingga dokter dapat mendeteksi kelainan anatomi janin dengan lebih akurat. Disamping itu, pemeriksaan USG kedua ini juga bertujuan untuk memastikan diagnosis hamil kembar, mengevaluasi pertumbuhan janin dan letak plasenta

  3. Pemeriksaan ketiga saat janin berusia sekitar 32 minggu atau lebih untuk mengevaluasi ukuran dan berat janin (pertumbuhan janin), mendeteksi lebih lanjut kelainan janin, posisi plasenta. 

 

Pemeriksaan USG perlu dilakukan lebih sering jika dokter mencurigai kemungkinan adanya cacat janin dalam kandungan sehingga diperlukan evaluasi berkala untuk melihat kelainan tersebut.

Mengingat usia kehamilan Anda sudah masuk trimester ketiga maka kami sarankan setidaknya Anda melakukan 1xpemeriksaan USG untuk mengetahui kondisi janin, posisi janin dan letak ari-ari.

 

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan, silakan kirimkan pertanyaan Anda melalui fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar