Sukses

Pemeriksaan Untuk Diagnosa PCOS
01 Dec 2016, 10:50 WIB
Wanita, 26 tahun.

Saya telah menikah selama 1 tahun, tetapi masih belum ada tanda kehamilan. Akhirnya, saya memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk meminta program kehamilan. Dokter kandungan saya mendiagnosa saya terkena PCOS berdasarkan hasil USG transV dan jadwal haid saya yang seringkali mundur. Saya diberikan obat inlacin dan cripsa. Saya juga diberikan obat clomifil saat saya haid. Tetapi setiap pemeriksaan sel telur melalui USG pada hari ke 12 siklus haid, sel telur saya selalu kecil dan tidak mengalami perkembangan meskipun sudah diberikan obat. Selain itu dari yang saya baca mengenai PCOS, saya tidak mengalami gejala seperti obesitas, rambut rontok, tumbuh rambut berlebih, wajak berminyak dan berjerawat. Hasil tes hormion FSH dan LH saya juga normal. Yang ingin saya tanyakan apakah saya bisa didiagnosa PCOS hanya dari keterlambatan haid dan hasil USG ? Padahal saya tidak mengalami gejala PCOS lainnya. Bahkan keterlambatan haid saya hanya beberapa hari saja serta selalu haid setiap bulannya. Kedua, apakah orang yang mengalami PCOS pasti tidak mengalami ovulasi setiap bulan ? Terima kasih sebelumnya.

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) merupakan suatu kelainan hormonal dengan beberapa gejala khas yang ditandai oleh adanya sejumlah kista pada ovariumnya (indung telur). PCOS terjadi pada 5-10% wanita dan merupakan penyebab tersering gangguan kesuburan (infertilitas) pada wanita.

Gejala utama dari penderita PCOS yaitu adanya gangguan pada siklus menstruasi dan adanya peningkatan kadar hormon pria (androgen), seperti berjerawat, pertumbuhan rambut yang berlebih di seluruh tubuh (hirsutism), dll. Namun, beberapa wanita mungkin tidak merasakan adanya gejala-gejala PCOS selain mengalami kesulitan untuk mendapatkan keturunan (infertilitas). Infertilitas pada penderita PCOS terjadi karena indung telurnya tidak mampu melepaskan sel telur setiap bulannya.

Diagnosa PCOS bisa didapatkan dengan melakukan wawancara medis secara langsung dan pemeriksaan fisik berupa usg abdomen yang dilakukan oleh dokter.
 
Demikian penjelasan yang dapat Kami berikan. Semoga bermanfaat.
 
Salam.

0 Komentar

Belum ada komentar