Sukses

Pemeriksaan Glaukoma

01 Dec 2016, 04:47 WIB
Wanita, 34 tahun.

mlm dok, test apa saja yg diperlukan u menentukan indikasi glaukoma

 

Terima kasih karena telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami mengerti kekhawatiran anda akan kondisi mata anda saat ini. Glaukoma adalah suatu keadaan yang dimana terjadi peningkatan tekanan dalam bola mata yang dapat merusak saraf optik.  Penyebab dari meningkatnya tekanan bola mata adalah karena ketidakseimbangan antara produksi dan pembuangan cairan dalam bola mata, sehingga berdampak pada kerusakan syaraf yang terdapat di retina.

Genetik atau riwayat keturunan dalam keluarga merupakan latar belakang terjadinya glaukoma. Berdasarkan faktor penyebabnya, glaukoma terbagi menjadi 2:

  • Glaukoma primer

    • Sudut Tertutup

    • Sudut Terbuka

  • Glaukoma sekunder

    • Dipicu oleh penyakit lain yang harus diterapi untuk mengembalikan tekanan bola mata ke ambang nilai normal.

Dalam mendiagnosis glaukoma, selain menanyakan gejala yang pasien rasakan, dokter mata juga akan membutuhkan keterangan mengenai riwayat kesehatan mereka. Dan untuk menguatkan diagnosis, dokter akan melakukan sejumlah tes, di antaranya:

  • Tes tonometry, yaitu pemeriksaan untuk mengukur tekanan di dalam mata. Sebelum tes ini dilakukan, mata pasien akan ditetesi obat bius . Tes tonometry dilakukan dengan bantuan sebuah alat yang dinamakan  tonometer. Alat ini dilengkapi dengan lampu biru di ujungnya. Dokter akan menempelkan tonometer pada mata untuk mengukur tekanan intraokular.
  • Tes perimetri atau tes lapang pandang. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memeriksa semua area lapan pandang pasien, termasuk lapang pandang perifer (samping).  Saat tes perimetri dilakukan, pasien akan disuruh melihat rangkaian titik-titik cahaya. Titik-titik cahaya ini sebagian akan terlihat di arealapang pandang periferal (sekitar sisi bola mata) apabila mata pasien sehat. Sebaliknya, jika pasien mengalami glaukoma, titik cahaya tersebut tidak akan tampak dalam lapang pandang periferal.
  • Tes gonioscopy. Pemeriksaan ini bertujuan memeriksa sudut di antara iris dan kornea yang merupakan tempat saluran pembuangan cairan mata. Dokter perlu mengetahui apakah sudut tersebut terbuka atau tertutup.
  • Tes ophthalmoscopy,yaitu pemeriksaan untuk melihat gangguan di area belakang mata. Dalam pemeriksaan ini, mata pasien akan ditetesi obat khusus sehingga pupil mereka membesar. Setelah itu dokter akan meneliti mata pasien dengan sebuah alat. Pemeriksaan yang dilakukan dapat berupa pemeriksaan langsung, pemeriksaan tidak langsung, dan pemeriksaan menggunakan slit-lamp.
  • Tes pachymetry, yaitu pemeriksaan untuk mengukur ketebalan kornea.

Awalnya glaukoma tidak menimbulkan gejala. Penglihatan masih baik tanpa rasa nyeri. Bagaimanapun, seiring perkembangan penyakitnya, daya penglihatan penderita glaukoma menurun perlahan. Objek pada bagian tengah masih dapat terlihat jelas, namun tidak dengan sisi sekitarnya. Penderita glaukoma merasa  seperti melihat dari sebuah lubang kunci atau terowongan.

Glaukoma dapat diterapi sehingga tidak terjadi perburukan. Obat -obatan dapat digunakan untuk mencegah peningkatan tekanan intraokular dan mencegah perburukan kondisi glaukoma. Disamping itu, kontrol secara teratur ke dokter juga perlu dilakukan untuk menilai keefektifan pengobatan tersebut dan mengatasi efek samping yang mungkin terjadi akibat penggunaan obat-obatan tersebut.Apabila pengobatan konvensional  tidak berhasil maka dapat beralih ke pengobatan dengan sinar laser atau operasi (pembuatan saluran pembuangan cairan mata atau mematikan produsen cairan mata). Tindakan operasi antara lain iridektomi perifer, iridotomi, operasi filtrasi, trabekulektomi, dan trabekuloplasti.

Apabila Anda mengalami gejala yang mengarah pada glaukoma, kami sarankan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis mata untuk pemeriksaan dan tatalaksana segera untuk mencegah perburukan kondisi mata Anda. Hal ini disebabkan karena peningkatan tekanan bola mata untuk waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan pada saraf mata dan penyempitan lapang pandang sehingga terjadilah glaukoma. Jika kerusakan tersebut terus terjadi, maka terjadilah kebutaan. 

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat

0 Komentar

Belum ada komentar