Sukses

Bayi Minum Susu Formula Jarang BAB

25 Nov 2016, 15:55 WIB
Wanita, 27 tahun.

Selamat Siang Dokter... Saya mau tanya nih. sudah dua minggu ini saya khawatir sekali dengan anak saya. anak saya usianya 4 bulan 15 hari. dia minumnya Susu Formula, menginjak umur 4 bulan frekuensi buang air besarnya menjadi 5 hari sekali. itu kenapa ya dok ? apakah itu masih dikatakan normal? sedangkan untuk si bayinya sendiri tidak rewel, minum susunya tetap doyan, berat badan tetap naiak, tidurnyapun pulas, pipis dan buang angin juga masih teratur.

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan.  Jika memang asupannya sedikit maka BABnya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Susu formula lebih sulit untuk dicernakarena umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Jika anak Anda diberikan susu formula, Anda dapat menyiasatinya dengan memberikan susu formula yang lebih encer (tidak terlalu kental) agar lebih mudah dicerna, dan pastikan agar bayi Anda tidak kurang minum.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB. Frekuensi buang air besar pada bayi bervariasi, dapat 4 - 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 7 hari.

Beberapa kemungkinan penyebab timbulnya kesulitan buang air besar:

  • Pada umumnya, kesulitan buang air besar terjadi pada bayi yang pertama kali diberikan susu formula atau makanan pendamping atau dalam kata lain bayi mulai diperkenalkan dengan makanan padat.

  • Frekuensi BAB yang menurun pada bayi dapat juga terjadi karena bayi masih kurang mengerti bagaimana teknik mengedan yang benar, sehingga ia tidak dapat mengeluarkan tinjanya dengan baik. Jika hal ini terjadi pada bayi anda, Anda tidak perlu khawatir karena bayi akan belajar sendiri bagaimana cara mengedan yang benar

Yang perlu anda khawatirkan adalah jika penurunan frekuensi BAB pada bayi anda disertai dengan timbulnya keluhan-keluhan seperti bayi menjadi lebih rewel, perut kembung dan teraba keras, sering muntah, berat badan tidak naik, dll. Jika hal-hal tersebut terjadi pada bayi anda, kami sarankan sebaiknya anda segera membawa bayi anda ke dokter spesialis anak.

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar