Sukses

Sperma Abnormal Karena Orchitis

25 Nov 2016, 08:53 WIB
Pria, 0 tahun.

dokter saya mau tanya..saya kan dl kena orchitis atau peradangan testis.. setelah orchitis saya sembuh dampak nya testis saya sekarang abnormal..tidak bisa memproduksi sperma yg baik..dan dstiap cek lab sperma hasilnya kurang dari 10% yg normal..mohon s olusinya

Halo,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter Klikdokter.com

 

Orchitis adalah proses inflamasi (peradangan) satu atau kedua biji testis (zakar), paling sering disebabkan/bersamaan dengan virus yang menyebabkan gondongan (mumps). Setidak-tidaknya 1/3 laki-laki yang terkena mumps setelah akil balih akan terkena orchitis. Penyebab lainnya adalah infeksi bakteri, termasuk didalamnya penyakit menular seksual (PMS = STD), seperti gonorrhea atau chlamydia.

Orchitis bakterial, sering akibat dari epididymitis, suatu peradangan saluran sperma (epididymis). Gejala orchitis biasanya timbul mendadak, bisa berupa: pembengkakan testis, nyeri serta gejala infeksi secara umum seperti demam, mual-muntah, nyeri sendi serta gejala lokal lainnya seperti adanya duh tubuh (cairan dari penis) dan adanya darah dalam ejakulat.

Komplikasi orchitis bisa berupa: testis yang mengecil (atropi), abses (nanah) pada kantong testis, dan infertilitas (susah punya anak) karena menyebabkan kelainan produksi sperma, terutama jika terkena kedua testis.

Pada prinsipnya hanya dibutuhkan satu sperma dari banyak sperma yang dihasilkan untuk membuahi sel telur. Dengan jumlah sperma sedikit kemungkinan terjadinya kehamilan tentu menjadi semakin kecil. Apa kesimpulan dari hasil analisa sperma Anda? Ada berbagai jenis kelainan sperma yang bisa terjadi, diantaranya:

Azoospermia

Azoosperma adalah sebuah kondisi medis dimana tidak ditemukan sperma pada semen.

Hal ini dikaitkan dengan fertilitas yang rendah, bahkan sterilitas. Keadaan ini mempengaruhi 1% dari populasi pria.

Terdapat berbagai penyebab azoosperma seperti gangguan hormon, bahkan gangguan genetik. Pada pemeriksaan sperma, tidak terlihat sel sperma yang memadai.

Oligozoosperma

Oligozoosperma adalah keadaan dimana cairan sperma hanya mengandung sedikit sel sperma. Hal ini akan berdampak pada infertilitas pria. Konsentrasi sperma di bawah 20 juta sperma/ml dapat dikatakan oligozoosperma. Pada keadaan yang berat jumlah sperma dibawah 5 juta sperma/ml.

Asthenozoosperma

Asthenozoosperma adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan adanya penurunan motilitas sperma. Sperma yang baik adalah sperma yang dapat bergerak dengan cepat dan lurus ke depan. Namun apabila terdapat gangguan morfologi sperma, maka akan menyebabkan kecepatan pergerakan sperma menurun.

Teratozoosperma

Teratozoosperma adalah keadaan dimana bentuk sperma tidak normal. Penyebab dari keadaan ini tidak diketahui pada sebagian besar kasus. Namun keadaan Teratozoosperma dikaitkan dengan penyakit Hodgkin’s, penyakit coeliac dan penyakit Crohn. Bentuk sperma yang tidak normal dapat menyebabkan penurunan motilitas sperma dan mencegah masuknya sperma ke sel ovum.

 

 

Kualitas sperma dapat ditingkatkan dengan meningkatkan asupan makanan yang mengandung: 

  • Vitamin C: Melindungi sperma dari kerusakan karena oksidasi serta mengurangi aglutinasi sperma (sperma saling menempel)

  • Vitamin B6: Penting dalam pembentukan hormon seks pria

  • Vitamin B12: Bersama dengan asam folat, B12 diperlukan untuk pembentukan materi genetik. Kadar yang kurang menyebabkan produksi sperma yang abnormal, penurunan jumlah sperma, dan kemampan gerak sperma. 

  • Vitamin E: Juga merupakan antioksidan. Membantu sperma dalam penetrasi sel telur. 

  • Zinc: Kekurangan zinc menurunkan kadar testosteron. Suplementasi mikronutrien ini dapat meninkatkan jumlah sperma dan memperbaiki kesuburan. 

  • Arginin dan L-Carnintine: Asam-asam amino yang diperlukan dapal pemebentukan serta fungsi normal sperma. 

Yang dapat anda lakukan untuk mengatasinya adalah berolah raga teratur, makan makanan yang banyak mengandung zink dan vitamin E yang dapat membantu meningkatkan jumlah sperma. Hindari stres dan faktor risiko yang kami sebutkan di atas dapat membantu memperbaiki kualitas sperma. Di samping mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, kami sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi atau urologi agar dapat diketahui penyebabnya serta diobati sesuai dengan penyebabnya.

Untuk mengetahui sperma sudah bertambah jumlahnya biasanya setelah 3-6 bulan pengobatan, dokter akan memeriksa ulang analisa sperma, dan dibandingkan hasilnya dengan sebelum pengobatan. Apabila hal tersebut diatas sudah dilakukan tapi masih juga kondisinya seperti itu maka Anda dan istri dapat melakukan cara lain seperti Intracytoplasmic Sperm Insertion ( ICSI ) atau dengan menggunakan bayi tabung jika Anda dan pasangan sedang merencanakan kehamilan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

 

0 Komentar

Belum ada komentar