Sukses

Kista yang Tampak pada USG

24 Nov 2016, 04:20 WIB
Wanita, 28 tahun.

selamat sore dok, saya sedang hamil 7 minggu waktu saya usg diketahui ada kista sebesar 3.5 cm apakah itu berbahaya bagi kehamilan saya terimakasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Sebelumnya, kami ingin menanyakan beberapa hal, termasuk di organ manakah kista tersebut ditemukan, apakah baru timbul pada saat hamil, dan apakah sudah dikonsultasikan dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan Anda.

Kista yang ditemukan oleh dokter Anda mungkin merupakan suatu kista ovarium. Kista ovarium atau kista indung telur adalah kantung yang berisi cairan yang ditemukan di ovarium. Kebanyakan dari kista ini tidak berbahaya atau disebut juga sebagai kista fungsional.

Angka kejadian timbulnya kista pada wanita hamil mencapai 1:81 hingga 1: 1000. Terdapat beberapa jenis kista ovarium, namun pada dasarnya kista ini terbentuk akibat adanya ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Gejala mulas yang dirasakan oleh istri Anda, dapat merupakan akibat dari kista, kehamilan, maupunakibat lain. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyebabnya memang lebih baik Anda berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter kandungan Anda.

Pada ibu hamil, biasanya kista ovarium yang ditemukan adalah kista theca lutein yang terjadi akibat peningkatan secara berlebihan hormon beta-human chorionic gonadotropin (bhCG). Banyak hal yang dapat menyebabkan produksi hormon ini berlebihan, antara lain adalah kehamilan kembar, kelainan sel dalam kehamilan, keganasan, dan lain sebagainya. Kista ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya seiring dengan menurunnya kadar hormon bhCG dalam darah saat usia kehamilan sudah semakin bertambah.

Umumnya kista yang bersifat fungsional ini tidak memerlukan terapi dan akan menghilang dalam jangka waktu beberapa bulan. Kista ini hanya memerlukan observasi saja dan pemeriksaan USG rutin untuk mengawasi pembesaran dari kista. Apabila kista semakin kecil atau menghilang maka tidak diperlukan terapi apapun.

Mengenai hal ini, kami menyarankan Anda untuk berkonsultasi kembali dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda untuk menentukan langkah perlu diambil.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi Medis KlikDokter.

0 Komentar

Belum ada komentar