Sukses

Jeruk Nipis untuk Menurunkan Kolesterol

24 Nov 2016, 07:14 WIB
Wanita, 27 tahun.

Dok saya ingin menanyakan cara menurunkan kolestrol dengan cara minum jeruk nipis,, yang ingin saya tanyakan,, brpa banyak jeruk nipis dalam sehari dkosumsi, dan waktu yang tepat untuk meminumnya., terima kasih dokter

Terimakasih Anda telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.com.

Kolesterol merupakan zat seperti lilin yang ditemukan di dalam lemak darah Anda. Sebenarnya kolesterol sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk membangun sel tubuh yang sehat, namun memang apabila kadarnya berlebihan dapat meningkatkan risiko mengalami penyakit jantung dan pembuluh darah.

Kolesterol dibagi menjadi 2 yaitu kolesterol "baik" (HDL) dan kolesterol "jahat" (LDL). Mengetahui kadar kolesterol LDL Anda lebih penting daripada sekedar nilai kadar kolesterol total. Sebab, kolesterol LDL ini lebih bermakna dalam mengetahui faktor risiko Anda mengalami penyakit jantung dan pembuluh darah.

Kolesterol sendiri berasal dari 2 sumber, dari dalam dan dari luar tubuh. Kolesterol yang dari luar tubuh, yaitu yang berasal dari makanan hanya menyumbangkan kurang lebih 30% total kolesterol dalam tubuh Anda. Sisanya, yang 70%, diproduksi oleh tubuh sendiri. Konsumsi diet tinggi kolesterol dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah seseorang. Namun, ada juga orang yang tidak terpengaruh kadar kolesterolnya sekalipun ia mengkonsumsi diet yang tinggi kolesterol.

Kadar kolesterol total yang dianjurkan adalah di bawah 250 mg/dL sedangkan untuk kolesterol LDL sebaiknya di bawah 130 mg/dL dan akan lebih optimal bila dapat mencapai di bawah 100 mg/dL. Untuk kolesterol HDL, bagi wanita sebaiknya di atas 50 mg/dL. Kolesterol HDL ini, semakin tinggi semakin baik.

Untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi, utamanya dengan membatasi konsumsi makanan seperti:

  1. Lemak jenuh dan minyak yang terkandung dalam butter, minyak kelapa, santan. Lebih baik menggunakan minyak sayur seperti minyak zaitun atau minyak kanola.
  2. Asam lemak trans/trans-fat (mengalami perubahan dari cair ke padat) yang terkandung dalam margarin padat, crackers/snack, kue-kue (cookies), mentega.
  3. Daging berlemak seperti kornet, steak, daging iga, daging giling, kambing, sosis, dan produk daging olahan lainnya. Juga batasi jeroan seperti hati dan ginjal. Lebih baik konsumsi daging ayam, daging sapi tanpa lemak, dan ikan. Batasi konsumsi daging merah, ayam dan ikan tidak lebih dari 2 porsi sehari, kurang lebih 2 telapak tangan.
  4. Batasi konsumsi kuning telur, namun bukan berarti tidak boleh sama sekali. Konsumsi kuning telur 1x sehari dapat dianggap aman untuk kadar kolesterol Anda.
  5. Batasi produk susu full cream yang terkandung dalam keju dan krimer lainnya.
  6. Batasi konsumsi snack seperti crackers, muffins, roti siap saji/donat. Lebih baik konsumsi roti gandum/whole grain.
  7. Hindari makanan siap saji seperti hamburger, ayam goreng, kentang goreng karena sangat tinggi kadar lemak jenuhnya.

Terkait dengan pertanyaan Anda, jeruk nipis memang sudah lama dikenal sebagai buah yang mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah. Jeruk nipis merupakan sumber vitamin C yang baik. Satu buah jeruk nipis atau lemon menyediakan 30.7 mg vitamin C, kurang lebih 50% asupan harian. Berbagai studi menunjukkan bahwa mengkonsumsi buah-buahan dan sayur yang tinggi vitamin C-nya akan menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Tidak hanya kandungan vitamin C-nya, serat dan kandungan hesperidin serta diosmin dalam jeruk nipis juga menurunkan faktor risiko penyakit jantung, yaitu kolesterol setelah dikonsumsi selama 4 minggu. Jadi, konsumsi 1 buah jeruk nipis/lemon/jenis jeruk lainnya per hari dapat membantu menurunkan kolesterol. Tentunya, dengan mengindahkan saran-saran konsumsi makanan yang dianjurkan di atas.

Namun, perlu diketahui bahwa dengan menghindari/membatasi konsumsi makanan yang telah disebutkan di atas belum tentu kolesterol Anda akan turun. Sebab, seperti telah dijelaskan sebelumnya 70% berasal dari metabolisme tubuh. Apabila metabolisme tubuh cenderung tinggi menghasilkan kolesterol (dan ini bisa diwariskan secara genetik), kadarnya akan selalu lebih dari normal. Bila kadarnya membahayakan, baru dokter akan menyarankan untuk konsumsi obat penurun kolesterol.

Silahkan mencoba terlebih dahulu saran kami, bila setelah 1-2 bulan kadar kolesterol Anda tetap tinggi, konsultasikan dengan dokter Anda untuk penanganan selanjutnya.

Demikian penjelasan yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat. (FA)

Salam sehat,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar