Sukses

BAB Anak dengan Susu Formula

22 Nov 2016, 10:29 WIB
Wanita, 26 tahun.

Anak saya berumur 5 bulan (11 November 2016). Kamis (10/11) anak saya mulai bab sering, hingga sambtu (12/11) saya membawanya ke bidan desa. Karena BAB masih berlanjut, maka pada senin (14/11) saya membawanya ke dokter specialis anak. Kemudian diberi beberapa obat, dan disaran mengganti susu formulanya menjadi SGM LLM. Semenjak berganti SGM LLM, BABnya jadi biasa lagi. Yang ingin saya tanyakan, sampai kapan anak saya meminum SGM LLM? Dan apa efek samping mengkonsumsi SGM LLM berkelanjutan/jangka panjang. Apa yang perlu saya lakukan, agar anak saya kembali normal dengan susu formula biasa.

Terima kasih telah menggunakan fitur e-konsultasi KlikDokter.

 

Anda tidak perlu khawatir selama bayi Anda tetap tampak sehat, berat badan tetap bertambah, perut tidak kembung dan bayi Anda tidak rewel. Seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB. Frekuensi buang air besar pada bayi bervariasi, dapat 4 - 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 7 hari. Jadi frekuensi BAB anak Ibu yang 5-7 kali sehari sebenarnya masih tergolong normal asalkan tidak disertai keluhan-keluhan seperti bayi menjadi lebih rewel, perut kembung dan teraba keras, sering muntah, berat badan tidak naik, dan tidak adanya ampas pada feses, dll.

Kami memahami kekhawatiran Anda. BAB meningkat setelah minum susu formula adalah wajar terjadi asalkan BAB anak Anda tidak berupa air, berbau busuk, dan mengandung darah. Pada anak Anda, terdapat kecurigaan mungkin terjadinya intoleransi laktosa. Intoleransi laktosa merupakan keadaan kurangnya enzim laktase yang dibutuhkan tubuh untuk mencerna laktosa (gula susu) yang terkandung di dalam susu. Laktosa yang tidak terproses tersebut akan bertahan di dalam usus dan mengalami fermentasi, sehingga usus terasa tidak nyaman, termasuk sakit perut, kembung, sering buang angin dan diare. LLM memang susu formula dengan kandungan rendah laktosa. Namun perlu diperhatikan juga faktor lain seperti pembuatan susu formula apakah terlalu pekat sebelumnya, juga perlu dipertimbangkan perkembangan usia yang memang disertai dengan perubahan frekuensi BAB.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar