Sukses

Nyeri Dada Akibat Penyumbatan Pembuluh Darah Atau Maag?

19 Nov 2016, 12:34 WIB
Wanita, 20 tahun.

dok apakah ada penyakit penyumbatan pembuluh darah? dulu saat SD saya pernah di diagnosa seorang terapis lewat telapak tangan saya, katanya ada penyumbatan di tubuh saya, saya dianjurkan lebih banyak minum air putih. dan kadang saya merasa dada kiri saya mendadak sakit dan tubuh tidak bisa digerakkan, napas rasanya pendek, tapi sakitnya seperti ditulang. hal ini trjadi secara tiba2. dulu jg pernah, saat tidur malam, tiba2 saya trbangun dan dada sakit, tidak bisa utk bergerak, bahkan sedikit bergerak mau duduk sja tdk bisa, napas juga pendek. saya periksa ke dokter katanya ada hubungannya dengan stres dan maag. saya dilarang makan tape, merica, soda, kopi. saya bingung dok. apa yang saya rasakan ini ada hubungannya dengan penyumbatan itu? thanks

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Nyeri dada dapat disebabkan oleh gangguan pada jantung, lambung, paru-paru, otot ataupun akibat pengaruh masalah psikologi. untuk membedakannya diperlukan serangkaian pemeriksaan langsung oleh dokter.

Nyeri Dada Akibat Penyumbatan Pembuluh Darah Jantung

Gejala nyeri yang khas untuk keluhan penyakit jantung adalah nyeri dada kiri yang digambarkan seperti tertimpa benda berat, ditekan, atau diremas, nyeri berlangsung 2-5 menit, menjalar ke bahu kiri dan kedua lengan terutama pada permukaan tangan dan lengan bawah. Nyeri juga dapat menembus ke punggung, dasar dari leher, rahang, gigi, dan ulu hati. Nyeri yang demikian disebut dengan Angina. 

Gejala nyeri angina umumnya dipicu oleh latihan (olahraga, aktivitas fisik, aktivitas seksual), emosi (stres, marah, ketakutan, frustrasi), dan menghilang dengan istirahat atau kombinasi dari istirahat dan obat jantung yang diletakkan dibawah lidah (nitrogliserin sublingual). 

Selain gejala, tentunya dibutuhkan pemeriksaan tambahan, seperti pemeriksaan rekam jantung (EKG) untuk memastikan apakah keluhan yang Anda alami disebabkan karena penyakit jantung. Gejala penyakit jantung dapat dicurigai apabila Anda memiliki beberapa faktor risiko terkait, seperti :

  • Merokok, berapapun jumlahnya

  • Kadar kolesterol total dan kolesterol LDL yang tinggi

  • Hipertensi

  • Kadar kolesterol HDL yang rendah

  • Diabetes Mellitus

  • Usia lanjut

  • Obesitas (IMT > 25 mg/m2)

  • Kebiasan kurang bergerak/aktivitas fisik

  • Riwayat keluarga menderita PJK pada usia muda ( < 55 tahun untuk pria dan < 65 tahun untuk wanita).

Penyakit jantung koroner disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah koroner yang disebabkan oleh penumpukan plak-plak lemak sehingga menyebabkan aliran darah dan nutrisi ke jantung berkurang. Pencegahan penyakit jantung koroner antara lain adalah perubahan gaya hidup yang meliputi:

  • Olahraga teratur, tidak perlu olahraga intensitas tinggi, oleharaga intensitas sedang 20 menit per hari seperti berjalan dan bersepeda

  • Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, kontrol tekanan darah Anda dengan obat yang diberikan dokter, selain itu hindari konsumsi garam berlebih. Konsumsi garam dibatasi 2 sendok teh per hari untuk orang dengan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung

  • Kontrol gula darah

  • Perbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan

  • Hindari konsumsi lemak berlebih seperti goreng-gorengan dan makanan bersantan

  • Hindari stress

  • Hindari rokok dan asap rokok.

Nyeri Dada Akibat Peningkatan Asam Lambung

Peningkatan asam lambung memang dapat juga menimbulkan gejala nyeri dada atau perasaan sesak dan sensasi nyeri dada, hal ini biasanya disebabkan oleh GERD atau Gastro-esophageal reflux disease(refluks asam lambung ke kerongkongan). Faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD termasuk kehamilan, obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, konsumsi tembakau atau alkohol dan sebagainya.

Gejala GERD adalah perut yang mulas, rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada dari GERD dapat meniru serangan jantung, kembung, begah/sesak, dan banyak lainnya.

Pengobatan GERD meliputi banyak hal. Yang utama dan terpenting adalah perubahan gaya hidup:

  • Obesitas dan kelebihan berat badan meningkatkan GERD. Penurunan berat badan dapat mengurangi gejala GERD

  • Berhenti merokok

  • Pasien yang dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Makanan terakhir hari harus diambil minimal 4 jam sebelum tidur. Berbaring segera setelah makan dapat memperburuk gejala GERD

  • Hindari makanan dan minuman yang memicu asam lambung seperti alkohol, kopi, cokelat, tomat, makanan berlemak atau pedas

  • Hindari pakaian ketat terutama di sekitar perut

  • Meniinggikan ujung kepala saat tidur sekitar 20 cm dengan menempatkan irisan atau blok di bawah bantal akan membantu untuk mengurangi gejala GERD

  • Hindari penggunaan obat-obat yang dapat meningkatkan risiko GERD, seperti obat-obatan anti nyeri, steroid, anti kolinergik yang tidak sesuai dengan indikasi kesehatan.

 

 

Berdasarkancerita yang Anda paparkan, kemungkinan besar memang nyeri dada dan sesak yang Anda rasakan disebabkan oleh gangguan pada lambung yaitu GERD. Namun, untukmemastikannya perlu dilakukan pemeriksaan langsung oleh dokter selainitumelihat dari usiaAnda, kemungkinan akibat penyumbatan jantung memangkecil namununtuk memastikan tidak ada gangguan pada jantung Anda dapat melakukan rekam jantung atau EKG.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga penjelasan ini bermanfaat.

Salam, 

0 Komentar

Belum ada komentar