Sukses

Seputar Diare
16 Nov 2016, 11:06 WIB
Wanita, 22 tahun.

Malam dok, mau tanya, - saya akhir-akhir ini pup lendir putih kira-kira 2-3sendok makan kalau diukur. - sudah 3 hari namun tidak terlalu sering, mungkin hanya 2kali sehari setelah beberapa jam sebelumnya sudah pup cokelat dengan tingkat kepadatan seperti bubur - Tapi tidak sakit perut, hanya sakit sedikit sebagai peringatan dari perut agar saya ke toilet (tidak menyiksa sama sekali). - Saya juga 2 minggu terakhir konsumsi dulcol*x 2 tablet sebelum tidur selang seling (sehari minum, sehari tidak). - Karena sebelumnya, sudah beberapa bulan saya jarang pup (paling cepat 3 hari sekali dan paling lama bisa sampai 10hari), dan itu bikin saya merasa lemas, tidak fit, begah dsb (semakin lama tidak pup, semakin lemah badan saya) - Sebelum beberapa bulan menderita jarang pup tersebut... saya sempat sakit perut berlebih sampai terbangun saat tidur selama berminggu-minggu, namun sakitnya bukan sakit ingin pup, tapi seperti ada yang tidak beres saja dengan perut saya - Saya menyadari pada saat itu saya sedang rajin makan fast food seperti HokB*n, McD*n*ld, nasgor-migor pinggir jalan, mie instant, dsb. Makanya begitu sakit perut sampai tersiksa saya mencoba rutin makan sayur dan buah tanpa curang. Namun sepertinya terlambat, karena gak membaik sama sekali. - Sakit perut yang selalu menyiksa saya dulu, sekarang gak saya rasakan lagi, hanya saja sering pup lendir putih setelah beberapa jam sebelumnya sudah pup cokelat seperti bubur. - Porsi makan saya sudah berkurang 40%, saya dulu sekali makan bisa sepiring penuh, sekarang hanya 1 centong nasi dan lebih banyak lauknya. - Saya cepat kenyang dan tidak bernafsu. - Berat badan saya tidak turun, namun bertambah sekitar 6-8kg. - Seminggu saya 2x kardio ringan selama10-15 menit. 1. kira2 saya kenapa dok? 2. kalau saya periksa, baiknya ke rumah sakit, puskesmas? 3. dokter spesialis apa yang harus saya datangi? 4. rekomendasi tempat periksa di Jakarta Timur atau Jakarta? 5. apa saja yang baiknya tidak saya makan untuk sekarang? dan baiknya sekarang saya prioritas konsumsi saya apa? mohon pertanyaan 1-5 dijawab dok. maaf bila cerewet. terima kasih sudah berkenan menyimak dan merespon.

Terima kasih telah menggunakan fitur e-konsultasi KlikDokter.

 

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Buang Air Besar (BAB) yang berlendir dapat disebabkan oleh berbagai penyebab diantaranya adalah peradangan usus atau infeksi bakteri. Karena itu, untuk penanganannya tergantung penyebabnya, misal penyebabnya adalah bakteri maka perlu diberikan obat antibiotik.

Untuk dapat menemukan penyebabnya, diperlukan penelusuran lebih lanjut, diantaranya dengan pemeriksaan analisis tinja di laboratorium. Oleh karena itu kami menganjurkan Anda untuk melakukan pemeriksaan analisis tinja di laboratorium, hasil tersebut dapat menunjukkan apakah memang terjadi infeksi bakteri.

Karena itu pun ada beberapa hal yang hendak kami tanyakan kembali:

  • Apakah ada keluhan lain seperti demam dan lain-lain?
  • Bagaimana warna bercak darah pada kotoran anda?
  • Apakah bercak darah selalu anda setiap anda BAB?
  • Apakah ada rasa sakit pada perut anda?

Untuk menjawab pertanyaan Anda:

1. Munculnya lendir pada saat BAB dapat disebabkan karena makanan yang Anda konsumsi. Adanya infeksi atau intoleransi laktosa yang biasanya terjadi pada produk susu dapat menyebabkan keluarnya lendir pada saat BAB. Namun, perlu dipastikan terlebih dahulu apakah yang keluar adalah lendir atau cairan nanah infeksi.

2&3. Anda bisa memulai dengan memeriksakan diri ke puskesmas atau langsung ke dokter spesialis penyakit dalam di klinik atau rumah sakit

4. Mohon maaf kami tidak bisa memberikan rekomendasi secara spesifik dokter atau layanan rumah sakit untuk menghindari bias promosi.

5. saran saya, saat ini Anda sebaiknya memastikan apakah keluhan Anda muncul terus-menerus atau hanya sekali saja. Jika masih terus-menerus dan Anda mengalami keluhan lain terkait saluran pencernaan maka sebaiknya Anda mengunjungi dokter. Mungkin diperlukan pemeriksaan seperti analisa feses. Dibutuhkan juga wawancara medis yang mendetil, pemeriksaan fisik yang lengkap untuk dapat mengambil kesimpulan yang tepat dan penanganan yang optimal.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar