Sukses

Anti HbsAg Reaktif. Apa Maknanya?

15 Nov 2016, 12:03 WIB
Pria, 41 tahun.

pagi, dokter yang mau saya tanyakan adalah. beberapa hari yang lalu istri saya didiagnosa menderita hepatitis b. setelah kita sekeluarga melakukan tes lab. hasilnya, anti HBs (elisa) saya reaktif >1000 apakah saya masih bisa terkena hepatitis B? apakah hubungan seksual saya masih bisa berjalan normal? apakah saya juga perlu melakukan pemeriksan berkala?.... terima kasih

 

Halo, terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Sebelumnya, untuk memastikan diagnosis pada Anda, diperlukan hasil pemeriksaan lab secara lengkap. Bagaimana dengan hasil HbsAg Anda? Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg) merupakan salah satu pemeriksaan yang biasanya dilakukan untuk mendeteksi apakah terdapat infeksi hepatitis B akut dan kronik. Apabila hasilnya  positif, maka pada umumnya orang tersebut menderita hepatitis B kronik, dimana nilai HBsAg akan tetap positif setelah jangka waktu beberapa bulan pada 5-10% pasien yang mengalami infeksi hepatitis B. Apabila hasilnya negatif, maka kemungkinan orang tersebut tidak memiliki Hepatitis B.

Sedangkan Anti HBs adalah antibodi golongan IgG terhadap HBsAg yang timbul setelah terpapar virus hepatitis B atau setelah vaksinasi hepatitits B yang bersifat protektif. Pada pasien yang mendapatkan vaksinasi hepatitis perlu permeriksaan anti HBs untuk mengetahui keberhasilan vaksinasi (kekebalan). Pada vaksinasi bila kadar anti-HBs < 20 mIU/ml dianggap non reaktif sedangkan kadar anti-HBs > 10mIU/ml dianggap reaktif.

Untuk diagnosis pasti, ada baiknya Anda berkonsultasi langsung kepada dokter dengan membawa hasil lab lengkap. Lalu untuk mencegah penularan, saya sarankan Anda menggunakan pengaman saat berhubungan intim, misalnya dengan kondom. Virus hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh yang terinfeksi, hal ini dapat terjadi pada keadaan;

  • Kontak langsung darah dengan darah

  • Hubungan seksual yang tidak aman

  • Penggunaan jarum suntik tidak steril

  • Tertusuk jarum suntik yang terinfeksi

  • Jarum yang terkontaminasi yang digunakan untuk membuat tatto, akupuntur, body piercing

  • Pada saat kehamilan, penularan dari ibu-janin pada proses melahirkan

  • Penggunaan pisau cukur bersama

  • Tranfusi darah

Untuk itu, hindari hal- hal tersebut untuk mencegah penularan. Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar