Sukses

Kolitis Ulserativa

12 Nov 2016, 13:00 WIB
Pria, 25 tahun.

saya sudah lama mengalami thypoid gak sembuh sembuh. dokter kala kemungkinan kena colitis. tapi tidak menyarankan apa apa. dan saya pernah isg 2x dan hasilnya normal.dan saya cuman dapat obat thypoid soalnya yg paling di prioritaskan. sekarang keluhan saya perut kok membesar awalnya bab lembek terus sembelit. perut terasa penuh juga. nyeri perut kadang" dan bab saya warna kuning apa ada solusinya tentang keluhan saya? rifan kediri

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

 

Ulcerative colitis (kolitis ulserativa) merupakan salah satu bentuk penyakit dari kelompok Inflammatory Bowel Disease (IBD). Penyakit ini berupa  radang usus, terutama pada usus besar yang merupakan  peradangan akut atau kronik pada membran mukosa dari usus besar. Radang tersebut dapat menyebabkan luka yang disebut dengan ulkus. Radang usus besar dapat menyebabkan nyeri perut, diare, BAB berdarah, mulas, demam, dan nafsu makan berkurang.

Kolitis ulserativa merupakan penyakit yang intermiten yaitu terdapat periode di mana gejala-gejala dapat timbul dan terdapat periode di mana gejala-gejala tidak muncul sama sekali. Dan, meskipun terkadang gejala-gejala dapat tidak timbul sama sekali, penyakit ini tetap membutuhkan pengobatan. Penyakit ini dipengaruhi oleh genetik, disebabkan karena terjadinya kelainan pada sistem imun dan dapat dipicu oleh pengaruh lingkungan (stres emosional, sensitivitas terhadap makanan atau produk makanan tertentu, bahkan perasaan stres terhadap penyakit itu sendiri dapat menjadi pemicu kekambuhan).

Penyakit ini memang tidak dapat disembuhkan namun dapat dikontrol agar gejala-gejalanya tidak timbul dan meningkatkan kualitas hidup. Apakah setelah didiagnosis,  Anda tetap melakukan kontrol terhadap dokter yang menangani? Kami sarankan  Anda tetap melakukan kontrol dengan dokter yang menangani.

Memang penyakit ini dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker kolon. Sekitar 5% dari penderita kolitis ulserativa akan berkembang menjadi kanker kolon. Namun, risiko ini juga berkaitan dengan durasi terjadinya penyakit dan seberapa luas bagian usus besar yang terlibat. Semakin luas daerah yang terlibat maka risiko meningkatnya kejadian kanker kolon akan semakin besar.

Terkadang, penyakit ini dapat cukup membuat khawatir dan terbeban. Namun, Anda da sebaiknya tidak perlu terlalu mengkhawtirkannya. Yang perlu diperhatikan oleh  Anda adalah pengendalian diet dan stres untuk mencegahnya timbulnya atau perburukan gejala.

 Beberapa makanan dapat memperburuk gejala, berikut adalah beberapa tips untuk mengendalikan diet penderita kolitis ulserativa:

  1. Batasi produk-produk susu. Bila mengalami intoleransi laktosa, maka konsumsi produk susu akan memperparah gejala kolitis.
  2. Batasi makanan-makanan berserat, seperti buah-buahan atau sayur-sayuran. Sebaiknya direbus, dikukus, ditumis atau dipanggang sebelum dimakan. Hindari mengkonsumsi yang mentah.
  3. Hindari makanan yang dapat memperburuk gejala, seperti makanan-makanan yagn cenderung menimbulkan gas dalam perut: kacang-kacangan, kol dan brokoli, buah-buah mentah, popcorn, alkohol, kafein, dan minuman berkarbonasi.
  4. Sebaiknya makan dalam jumlah sedikit tapi sering. Lebih baik makan 5-6 kali sehari dalam jumlah kecil ketimbang makan 3 kali sehari dalam jumlah besar.
  5. Minum banyak cairan, terutama air putih. Alkohol dan minuman yang mengandung kafein dapat menstimulasi usus sehingga dapat memperparah diare. Sedangkan minuman berkarbonasi akan menyebabkan produksi gas dalam perut.
  6. Konsumsi multivitamin yangdianjurkan oleh dokter untuk memastikan bahwa meskipun diet dikontrol namun asupan nutris tetap terjaga.
  7. Sebaiknya menghubungi dokter spesialis gizi untuk mengatur diet terbaik yang harus dilakukan. 

Selain itu, stres juga dapat menyebabkan gejala-gejala kolitis semakin buruk. Maka Anda perlu mencoba hal-hal yang dapat mengurangi stres Anda seperti dengan berolahraga, relaksasi (pemijatan, yoga, meditasi, mendengarkan musik, dll). Dan, tentu saja dengan semakin mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa.

 

Demikian  informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

 

0 Komentar

Belum ada komentar