Sukses

Hipertrofi Kardiomiopati
11 Nov 2016, 06:57 WIB
Pria, 44 tahun.

Ass.wr.wb. Dokter, hampir 10 tahun ini kondisi lemas, pusing amat sangat (paling sering), palpitasi, mau pingsan dan kadang sesak napas (jarang), nyeri dada. Tidak hipertensi, cek darah semua normal, rontgen dada cr < 50 %. Berulang kali ke dokter jantung, hasil ekho klinis kardiomegali tapi dari tabel ukuran ruang jantung normal, fungsi lvef 63 persen. 3 kali Treatmill goodfitnes...Bagaimana dokter agar keluhan saya berkurang ? kalau ke dokter jantung obatnya : Carnico q , arkaleon dan penghilang nyeri dada. tapi keluhan diatas tak bisa sembuh. Saya bingung dari hasil ekho kardiomegali, tapi ukuran ruang jantung normal juga rontgen dada juga normal ? Apa kesimpulannya dan apa yang harus kulakukan dokter. Apa hipertrofik, ya dok ? Terima kasih.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi tanya dokter di Klikdokter.com 

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Kardiomegali adalah sebuah keadaan anatomis (struktur organ) di mana besarnya jantung lebih besar dari ukuran jantung normal, yakni lebih besar dari 55% besar rongga dada. pada Kardiomegali salah satu atau lebih dari 4 ruangan jantung membesar. 

Tes Ekokardiografi atau USG jantung, atau yang lebih sering disingkat dengan sebutan Echo, merupakan suatu pemeriksaan yang memberikan gambaran jantung Anda yang sedang berdenyut dan dapat merekam gambar dengan sempurna. Jika dibandingkan dengan pemeriksaan rontgen, pemeriksaan ekokardiografi lebih akurat karena dapat dilihat gambaran jantung secara langsung. 

Anda mempunyai keluhan pusing, palpitasi dan rasa ingin pingsan serta sesak. Bisa saja hal tersebut mengarah kepada diagnosa hipertrofi kardiomiopati. Namun ini hanya dugaan sementara saja. Hipertrofi Kardiomiopati merupakan kondisi menebalnya otot jantung. Namun seharusnya kelainan ini akan terlihat saat Anda melakukan tes ekokardiografi. 

Gejala dari hipertrofi kardiomiopati adalah penderita sering pingsan, pusing, nyeri pada bagian dada terutama saat melakukan aktivitas berat, denyut jantung yang tidak beraturan. 

kami sarankan Anda untuk melakukan konsultasi kembali dengan dokter jantung Anda atau mencari second opinion ke dokter jantung lainnya terkait dengan keluhan Anda. Dalam hal ini kami tidak dapat memberikan kesimpulan dan mendiagnosa suatu penyakit hanya dari data gejala tanpa melakukan pemeriksaan fisik secara langsung. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

 

0 Komentar

Belum ada komentar