Sukses

Rubella pada Kehamilan
09 Nov 2016, 11:34 WIB
Wanita, 32 tahun.

Dear dok, Saat ini saya sedang hamil 12 wk. Pd tgl 10 okt saya test IGM rubella hasilnya borderline. 2 minggu kemudian saya cek kembali dengan hasil IGG Rubella Positif 122.7 dan IGM Rubella borderline lagi. Saya bertanya ke spog dikatakan tidak mengapa karena kalau ada virus rubella dalam 2 minggu harusnya yang borderline jadi positif ditambah tidak adanya demam, ruam merah di kulit jadi aman. Tetapi sebagai seorang ibu saya masih merasa khawatir akan IGM yg borderline, karenanya mohon dibantu pendapatnya dok : 1. Apakah IGM borderline selama 2 minggu tidak berubah masih aman ke janin? Apakah perlu dilakukan pemeriksaan kembali setelah sebelumnya saya cek 2x dengan hasil yang sama? 2. Apakah perlu dilakukan terapi atau pengobatan? 3. Apakah benar jika rubellla klinisnya jelas ada demam dan ruam, dan jika tidak mengalaminya berarti aman? Terima kasih.

Terima kasih telah menggunakan fitur e-konsultasi KlikDokter.

 

Bagi penderita yang sudah pernah terkena infeksi rubella sebelumnya maka tubuh akan membentuk sistem pertahanan (sistem imun) untuk melindungi diri dari infeksi ulang rubella. Sistem pertahanan tubuh ini ditandai dengan adanya hasil IgG anti-rubella yang positif, yang menunjukkan bahwa tubuh sudah pernah mendapatkan infeksi rubella sebelumnya. Dengan adanya sistem pertahanan tubuh terhadap rubella ini maka kalaupun terjadi infeksi ulang maka biasanya gejala yang ditimbulkan akan lebih ringan.

IgG (+) Rubella menandakan adanya infeksi di masa lalu. IgM (+) menandakan infeksi saat ini. Jadi IgG (+) dan IgM (-) menandakan Anda pernah mengalami infeksi Rubella suatu masa lalu. 

Jika seorang wanita terinfeksi, maka hendaknya dilakukan vaksinasi dan jangan hamil dahulu minimal 3 bulan. Jika wanita sudah hamil dan baru diketahui menderita Rubella, maka tidak dilakukan vaksinasi sebelum bayinya lahir karena vaksinasi tersebut mengandung virus hidup yang dilemahkan.

Adanya IgG yang positif atau infeksi di masa lalu umumnya tidak membutuhkan pengobatan spesifik.  Namun berkonsultasilah ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan mengenai hasil pemeriksaan ini karena dokter Anda yang paling mengerti mengenai kondisi kesehatan Anda saat ini.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar