Sukses

Berhubungan Seks saat Haid

08 Nov 2016, 17:00 WIB
Wanita, 29 tahun.

dok tgl 3 nov 2016 hari pertama aku haid terus tgl 7 nov 2016 kemarin msk da sedikit maaf darah haid trs saya berhubungan badan sm suami saya tanpa pengaman dan spermanya dikeluarin didalam tapi saya sempat berdiri sebelum sperma keluar semua dan sudah keluar sesudah itu saya buang air kecil dan saya membersihkan lubang vagina saya buat ngeluarin takut ada sperma soalnya saya takut hamil,yang saya tanyakan 1. apakah saya bisa hamil biarpun saya sudah membersihkannya? 2. apakah nyeri pada saat buang air kecil itu tanda hamil? trims

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

 

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Kami kurang mengerti dari maksud dari pernyataan Anda. Apakah yang Anda maksud dengan "tgl 7 nov 2016 kemarin msk da sedikit maaf darah haid"? Apakah yang Anda maksud Anda sudah selesai haid pada tanggal 7 november? Bagaimana dengan siklus haid Anda selama ini? Apakah haid Anda teratur. 

Jika Anda berhubungan seks di saat Anda masih haid, maka kemungkinan Anda untuk hamil kecil. Namun jika haid Anda sudah berhenti (meskipun hanya tinggal flek saja), kemungkinan Anda untuk hamil masih bisa. Terlebih jika siklus haid Anda teratur. Sayang sekali Anda tidak menyebutkan secara pasti jadwal siklus haid Anda 3 bulan terakhir. 

Kemungkinan terjadinya pembuahan sangat tinggi jika dilakukan pada masa subur (saat terjadi ovulasi), dimana sel telur keluar dari ovarium dan siap untuk dibuahi sperma. Pada wanita dengan siklus menstruasi yang teratur (28 hari), waktu terjadinya ovulasi dapat diperkirakan sekitar 2 minggu sebelum terjadinya menstruasi berikutnya. Setelah dikeluarkan, sel telur dapat bertahan hidup selama 24 jam, sementara sperma yang telah dikeluarkan dapat bertahan hidup 48-72 jam, karena itu dianjurkan anda melakukan hubungan seksual 2 hari sebelum hingga 2 hari sesudah waktu perkiraan ovulasi.

Untuk memastikan hamil atau tidaknya, kami menganjurkan Anda untuk melakukan pemeriksaan test pack dan untuk hasil yang lebih pasti adalah dengan melakukan USG ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga dapat bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar