Sukses

Pengobatan Kusta

08 Nov 2016, 09:18 WIB
Pria, 28 tahun.

slmt siang dok.epek sampin dan reaksi obat MDT / PB seperti apa dok sy sedang mengkomsumsi obat tersebut karna ada kulit sy berapa titik mati rasa.thanks..

Terima kasih telah menggunakan fitur e-konsultasi KlikDokter.

Berikut kami paparkan informasi beberapa tindakan kusta yang dapat memperkaya khazanah dan keingintahuan informasi yang Anda butuhkan:  

1.   DDS (Dapsone).

  • Singkatan dari Diamino Diphenyl Sulfone.
  • Bentuk obat berupa tablet warna putih dengan takaran 50 mg/tab dan 100 mg/tablet.
  • Sifat bakteriostatik yaitu menghalang/menghambat pertumbuhan kuman kusta.
  • Dosis : dewasa 100 mg/hari, anak-anak 1-2 mg/kg berat badan/hari.
  • Efek samping jarang terjadi, berupa anemia hemolitik.
  • Manifestasi kulit (alergi) seperti halnya obat lain, seseorang dapat alergi terhadap obat ini. Bila hal ini terjadi harus diperiksa dokter untuk dipertimbangkan apakah obat harus distop.
  • Manifestasi saluran pencernaan makanan : tidak mau makan, mual, muntah.
  • Manifestasi urat syaraf; gangguan saraf tepi, sakit kepala vertigo, penglihatan kabur, sulit tidur, gangguan kejiwaan. 

2.       Lamperene (B663) juga disebut Clofazimine. 

  • Bentuk : kapsul warna coklat.Ada takaran 50 mg/kapsul dan 100 mg/kaps.
  • Sifat : bakteriostatik yaitu menghambat pertumbuhan kuman kusta dan anti reaksi (menekan reaksi).
  • Dosis : untuk dipergunakan dalam pengobatan kombinasi,lihat pada regimen pengobatan MDT.
  • Efek sampingan : Gangguan pencernaan berupa diare, nyeri pada lambung.

3.       Rifampicin.

  • Bentuk : Kapsul atau tablet takaran 150 mg, 300 mg, 450 mg dan 600 mg.
  • Sifat : Bakteriosid (Mematikan kuman kusta)
  • Dosis : Untuk dipergunakan dalam pengobatan kombinasi,lihat pada regimen pengobatan MDT. Untuk anak-anak dosisnya adalah 10-15 mg/kg berat badan.
  • Efek samping : dapat menimbulkan kerusakan pada hati dan ginjal. Dengan pemberian Rifampicin 600 mg/bulan tidak berbahanya bagi hati dan ginjal (kecuali ada tanda-tanda penyakit sebelumnya). Sebelum pemberian obat ini perlu dilakukan tes fungsi hati apabila ada gejala-gejala yang mencurigakan. Perlu diberitahukan kepada penderita bahwa air seni akan berwarna merah bila minum obat. Efek samping lain adalah tanda-tanda seperti influenza (flu Syndrom) yaitu badan panas,beringus,lemah dan lain-lain,yang akan hilang bilamana diberikan obat penghilang gejala. Pengobatan Rifampicin supaya dihentikan sementara bila timbul gejala gangguan fungsi hati dan dapat dilanjutkan kembali bila fungsi hati sudah normal.

4.       Prednison.

  •   Obat ini digunakan untuk penanganan/pengobatan reaksi.

  5.       Sulfat Ferrosus.

  •   Obat tambahan untuk pederita kusta yang Anemia Berat.

  6.       Vitamin A.

  • Obat ini digunakan untuk menyehatkan kulit yang bersisik (Ichthiosis).

  Prinsip yang penting pada perawatan sendiri untuk pencegahan cacat kusta adalah :

  • pasien mengerti bahwa daerah yang mati rasa merupakan tempat risiko terjadinya luka
  • pasien dapat melakukan perawatan kulit (merendam, menggosok, melumasi) dan melatih sendi bila mulai kaku
  • penyembuhan luka dapat dilakukan oleh pasien sendiri dengan membersihkan luka, mengurangi tekanan pada luka dengan cara istirahat

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar