Sukses

Nyeri dan Kaku di Perut Ibu Hamil

05 Nov 2016, 10:25 WIB
Wanita, 29 tahun.

Selamat mlm dok, saya mau tanya. Saya kan hamil 26 minggu tp knp ya dok perut saya sering banget kaku dan sakit klu digerakan? Terima kasih

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Perut tegang dapat menunjukan adanya kontraksi rahim. Kontraksi yang perlu diwaspadai adalah kontraksi asli dimana terdapat peningkatan ketegangan perut mulai dari batas atas perut (di daerah ulu hati atau perut bagian atas) yang menjalar ke bawah perut dan merata ke seluruh perut. Perut yang tegang ini akan terasa seperti mulas dan berlangsung lama dan terus-menerus. Bagaimana dengan istri Anda? Apabila hanya perut kencang saja maka hal tersebut bukanlah kontraksi.

Apabila terjadi keadaan perut yang kencang dan keras yang hilang timbul merupakan kontraksi "palsu". Kontraksi "palsu" ini disebut kontraksi Braxton-Hicks. Otot rahim mengencang selama 30-60 detik, dapat mencapai 2 menit namun jarang. Kontraksi yang dirasakan tidak teratur, dengan intensitas yang tetap dapat menimbulkan ketidaknyamanan tetapi bukan nyeri.

Terdapat beberapa spekulasi mengenai akibat kontraksi Braxton-Hicks, diantaranya adalah menimbulkan kontraksi rahim dan meningkatkan aliran darah ke ari-ari. Kontraksi ini tidak menyebabkan pelebaran diameter leher rahim, tetapi dapat melunakkannya.

Terdapat beberapa hal yang dapat memicu timbulnya kontraksi Braxton-Hicks, antara lain adalah saat Anda ataupun bayi Anda sedang aktif, bila seseorang menyentuh perut Anda, saat kandung kemih penuh, setelah hubungan seksual, dan dehidrasi (kekurangan cairan tubuh). 

Bila kontraksi timbul, ada beberapa tips yang dapat isti Anda lakukan untuk mengurangi rasa tidak nyaman yang ditimbulkan:

  1. Ubah posisi 

  2. Berdiri atau berbaring bila kontraksi timbul saat sedang duduk, ubah posisi tidur bila kontraksi timbul saat sedang tidur.

  3. Mandi air hangat maksimal 20-30 menit untuk meredakan spasme.

  4. Minum beberapa gelas air, karena kontraksi dapat terjadi akibat dehidrasi

  5. Minum teh atau susu hangat.

  6. Coba lebih rileks misal dengan mendengarkan musik yang menenangkan.

  7. Istirahat cukup.

  8. Jaga kandung kemih agar tidak penuh.

Jika memang Anda mengalami kontraksi yang terjadi terus-menerus dan berlangsung lama maka sebaiknya mengunjungi dokter spesialis kandungan dan kebidanan agar dilakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan mendapatkan terapi yang optimal.

Mengenai nyeri perut Anda, nyeri perut terutama di bawah merupakan salah satu keluhan yang seringkali ditemui pada ibu hamil. Sebenarnya tidak semua nyeri timbul akibat suatu kelainan yang serius, terutama apabila hanya dirasakan sesekali. Pengaruh gas dalam perut, penekanan organ oleh rahim yang membesar, peregangan dan penebalan ligamentum penahan rahim, perubahan posisi tiba-tiba, dan konstipasi juga dapat menyebabkan keluhan yang serupa. Bagaimanapun, hal ini perlu dikonfirmasi kembali melalui pemeriksaan fisik dan penunjang untuk memastikannya. Apabila terasa sangat mengganggu, kami sarankan sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Dokter akan melakukan pemeriksaan USG untuk menilai kondisi rahim, janin dalam kandungan, beserta jaringan sekitarnya. Adapun pemeriksaan USG sebaiknya dilakukan minimal sebanyak empat kali (satu kali saat trimester pertama, satu kali saat trimester kedua, dan dua kali saat trimester ketiga kehamilan).

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam sehat,

0 Komentar

Belum ada komentar