Sukses

Mengenai Hepatitis B, HBV DNA, HBsAg

04 Nov 2016, 23:33 WIB
Wanita, 27 tahun.

Bu saya mau tyk mengenai penyakit hepatitis B kronik dg HBV DNA kuantitatif terdeteksi 5.42x10^5 kira2 dapat sembuh total dg ikut progam pengobatan n sudh 2 thn ini berjalan dg minum obat subivo 600?

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.com

Hepatitis (radang pada hati) B  adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB), yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosi hati atau kanker hati. Hepatitis B merupakan penyakit hepatitis yang paling sering terjadi yang jarang diketahui orang awam, padahal virus ini lebih infeksius 100 kali daripada HIV.  Virus hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh yang terinfeksi.

Untuk mendeteksi adanya penyakit hepatitis B di dalam tubuh, terdapat beberapa metode pemeriksaan yang dapat digunakan dengan fungsi yang berbeda-beda. HBeAg berfungsi untuk memperlihatkan apakah seseorang bisa menularkan penyakit atau tidak. HBV DNA menandakan apakah virus aktif menggandakan diri di dalam tubuh penderita atau tidak, sementara HBsAg menandakan adanya virus hepatitis B di dalam tubuh, dan adanya HBsAg (+) menandakan seseorang menderita hepatitis B kronik.

Apabila seseorang terkena hepatitis B kronik, HBsAg akan menetap hingga seumur hidup, karena virus hepatitis B dapat tinggal di sel-sel hati. Virus hepatitis B ini dapat terus menetap dan inaktif, atau dapat juga aktif berkembang biak di dalam tubuh, yang ditandai oleh terdeteksinya HBV DNA. Obat yang diberikan kepada Anda adalah obat untuk menghambat perkembangan virus, sehingga virus kembali inaktif, tidak bereplikasi kembali. Pengobatan dapat bermanfaat untuk menekan HBV DNA hingga tidak terdeteksi (virus inaktif), tetapi tidak dapat menghilangkan HBsAg. Akan tetapi, selama fungsi hati baik, HBV DNA tidak ada, dan kondisi fisik anda baik, maka tidak perlu dikhawatirkan dan anda dapat beraktivitas seperti biasa. Kami menyarankan agar anda kontrol teratur dengan dokter spesialis penyakit dalam Anda.

Demikian jawaban yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar