Sukses

Anak Mencret Berulang

26 Oct 2016, 10:23 WIB
Wanita, 26 tahun.

Selamat siang dokter, bgini dok, anak saya prempuan usia 19 bulan, bb 7,4 kg. 3minggu yang lalu anak saya pup berlendir tapi tidak mencret 3/4 kali sehari, lalu sama dokter diberi obat farizol metronidazole, dlm 5 hari smbuh dan sya hentikan pmberian obatnya tpi, 3hari kmudian kambuh lagi dok, trus saya berikan obat itu lagi, dan dy smbuh, nah skrng kambuh lagi dok pupna berlendir tpi tidak mncret sudah 3 hari, 3x shari pupnya.. Apa anak saya infeksi? Trimakasi klik dokter..

Terima kasih telah menggunakan fitur e-konsultasi KlikDokter.

Diare adalah peningkatan jumlah ( tiga kali atau lebih) atau penurunan konsistensi dari tinja (menjadi lunak atau cair) dalam waktu 24 jam. Diare dapat dibagi menjadi akut (kurang dari 14 hari) , persisten (lebih dari 14 hari) dan kronik (lebih dari 1 bulan). Konsistensi tinja yang cair yang menjadi karakteristik diare biasanya akan hilang dalam beberapa hari. Diare kronik dapat menjadi tanda adanya kelainan yang lebih serius, seperti adanya infflamatory bowel disease. Diare dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit yang cukup signifikan. Kebanyakan diare akan sembuh sendiri tanpa pengobatan. Penting juga diperhatikan sudah berapa lama atau sudah berapa hari Anda mengalami diare ini. Apabila lebih dari 3 hari atau bahkan hingga seminggu, kemungkinan besar ada penyebab yang membutuhkan penanganan lebih serius seperti infeksi bakteri.

Penyebab diare dapat bermacam-macam, diantaranya disebabkan oleh:

  • virus (paling sering)
  • bakteri
  • infeksi parasit
  • obat-obatan (kafein, alkohol)
  • penyakit non-infeksi (irritable bowel syndrome, inflammatory bowel disease)
  • laktosa (gula yang terdapat di dalam susu)
  • pemanis buatan (sorbitol dan mannitol, pemanis buatan yang terdapat di permen karet atau produk bebas gula lainnya dapat menyebabkan diare pada orang sehat)

Gejala yang menyertai diare dapat berupa mual dan muntah, yang disebabkan oleh infeksi. Infeksi bakteri atau parasit biasanya menyebabkan buang air besar yang berdarah dan juga terjadi demam.

Selain pengobatan, penting juga untuk mengganti cairan yang keluar karena diare dengan mengkonsumsi air atau oralit.

Yang perlu Anda perhatikan adalah, jangan menghentikan pengobatan sendiri tanpa instruksi dokter. Obat yang diberikan dokter adalah antibiotik, yang harus diberikan pada anak sampai habis, bukan dihentikan jika gejala sudah berkurang. Ikuti instruksi terapi dengan tepat agar penyakit tidak memburuk / berulang.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar