Sukses

Mengatasi Perasaan Takut, Putus Asa dan Sulit Tidur

22 Oct 2016, 08:52 WIB
Wanita, 23 tahun.

Saya merasa takut,sedih,putus asa,tertekan dan sulit tidur Apa yg harus saya lakukan?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran Anda.

Apakah Anda sedang memikirkan suatu hal atau masalah yang sangat mengganggu pikiran Anda? Apakah ada alasan yang jelas atas perasaan Anda? Apakah Anda sudah pernah memeriksakan diri ke dokter? Apakah Anda sedang menderita penyakit tertentu? Apakah ada gejala lain yang timbul seperti pusing atau nyeri kepala, mual, berdebar-debar, keringat dingin atau gejala lainnya?

Jika memang keluhan anda tersebut timbul akibat adanya gangguan dari satu atau lebih organ dalam tubuh Anda (seperti jantung, lambung, dll) maka dapat dikonfirmasi melalui pemeriksaan fisik. Jika masih belum ditemukan adanya kelaianan, namun keluhan kerap kali anda rasakan secara berulang, maka diperlukan pemeriksaan penunjang sesuai dengan organ apa yang dituju yang dianggap sebagai kemungkinan penyebab keluhan tersebut.

Namun, ketika tetap tidak ditemukan adanya gangguan fisik, maka gangguan pada psikologis juga perlu dipertimbangkan.

Langkah awal yang anda harus ambil:

  1. Kenali penyebab mengapa anda bisa bersedih?

    • Apa ada kaitannya dengan anda masalah tersebut?

    • Tulis kan hal ha apa saja yang menyebabkan anda bersedih

    • Carilah teman atau sahabat dekat untuk teman curhat

  2. Kenali hobi anda dan lakukan hal yang anda sukai

Jika anda telah melakukan hal hal tersebut diatas, namun anda masih bersedih maka sebaiknya anda mengunjungi dokter spesialis psikiatri atau psikologi.

Jangan sampai anda terkena gejala depresi. Jika anda terlalu bersedih berkelanjutan bisa jadi depresi. Berikut kami sampaikan ciri-ciri terkena depresi:

  1. Anda makan lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya

Depresi dapat mempengaruhi selera makan Anda. Jika pikiran Anda dipenuhi dengan pikiran negatif, maka Anda dapat menjadi lupa atau kehilangan minat untuk makan. Di sisi lain, hal tersebut juga bisa berkebalikan. Depresi bisa juga membuat Anda menjadi lebih mudah lapar dan makan lebih banyak. Kombinasi perasaan sedih, pesimis terhadap masa depan dan rasa percaya diri yang rendah seringkali membuat Anda mengalihkan dengan makan berlebih sebagai efek menenangkan.

  1. Anda tidur terlalu berlebih atau susah tidur

Beberapa orang dengan depresi seringkali merasakan lelah sepanjang hari dan membuatnya menjadi ingin terus tidur. Selain itu tidur juga menjadi salah satu cara orang yang mengalami depresi untuk "lari" dari kesedihan. Namun di sisi lain, orang yang mengalami depresi juga bisa mengalami insomnia atau kesulitan tidur karena memikirkan terlalu banyak hal.

  1. Hal kecil dapat membuat Anda mudah tersinggung

Tanda ini seringkali diabaikan oleh kebanyakan orang. Bahwa orang yang sedang mengalami depresi mempunyai ambang "tersinggung" yang rendah. Ketika Anda sedang depresi, Anda bisa menjadi lebih sensitif dan mudah tersinggung karena "nyeri psikologis" yang Anda rasakan. 

  1. Anda menjadi sulit fokus atau sulit konsentrasi

Anda lupa pada deadline pekerjaan atau lupa menjemput anak di sekolah? Apakah Anda sering mengalami "keruwetan" pikiran dan seringkali sulit mengambil keputusan? Bisa jadi Anda sedang mengalami gejala depresi. Ketika pikiran Anda terokupasi oleh perasaan sedih atau kekosongan, dapat mempengaruhi konsentrasi Anda terhadap pekerjaan dan hal-hal lainnya.

  1. Anda tidak merasakan kesenangan dengan aktivitas kegemaran Anda

Jika sebelumnya Anda merasa sangat senang setelah melepas penat dengan berkaraoke dengan teman-teman, sekarang Anda merasakan ada yang berbeda. Anda menjadi kurang bersemangat dan tak lagi tertarik pada hal-hal yang dulunya menjadi hobi atau kegemaran Anda. Bisa jadi Anda mengalami depresi. Anda menjadi menarik diri dan depresi seakan "merenggut" kebahagiaan Anda dan membuat mood Anda menjadi buruk untuk melakukan apapun.

  1. Anda merasa rendah diri dan tidak berharga

Jika Anda terus dipenuhi pikiran berulang seperti: "saya tidak cukup baik" atau "saya tidak penting lagi" atau "saya tidak berharga", maka berhati-hatilah. Jika Anda mulai berpikir seperti ini dan terus dihantui rasa bersalah, maka Anda bisa memiliki kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri dan menjadi semakin depresi.

  1. Pikiran Anda dipenuhi dengan kematian

Pemikiran berulang tentang bagaimana Anda akan meninggal, bagaimana perasaan teman dan sanak keluarga jika Anda meninggal, cara bunuh diri bisa menjadi indikator yang sangat kuat Anda mengalami depresi dan sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan psikiater. Terlebih jika Anda terus menerus memikirkannya setiap hari atau hampir setiap hari selama paling tidak 2 minggu, segeralah berkonsultasi. 

  1. Anda menjadi panik dan mudah cemas

Perasaan ketakutan berlebihan akan sesuatu bisa jadi merupakan tanda dari suatu ansietas atau gangguan cemas. Namun bisa jadi itu juga merupakan tanda dari depresi. Orang yang sedang mengalami depresi seringkali memberikan gejala berupa kecemasan atau panik yang berlebihan.

  1. Rasa lelah berlebih

Rasa lelah yang berlebih pada penderita depresi bisa jadi disebabkan oleh perasaan sedih atau merasa putus asa dan tidak berdaya. Nyeri emosional yang kronis memang bisa "menyedot" energi Anda. Anda menjadi cepat lelah bahkan untuk bangun dari tempat tidur atau mandi pun Anda merasakan kelelahan.

  1. Anda merasakan nyeri yang tidak diketahui penyebabnya

Nyeri emosional dari depresi bisa saja menimbulkan nyeri fisik seperti nyeri kepala, gangguan perut, leher, punggung bahkan mual. Seseorang yang sedang mengalami depresi dan memiliki kesedihan dan stress yang mendalam seringkali tidak mampu menahan emosinya dan emosi tersebut "muncul" dalam bentuk keluhan fisik seperti nyeri. 

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

 

0 Komentar

Belum ada komentar