Sukses

Mengenai Alergi Pada Anak

20 Oct 2016, 15:19 WIB
Wanita, 29 tahun.

Anak saya, Mirza berusia 8 bulan. Sehabis melahirkan ASI saya tidak sebanyak ibu-ibu pada umumnya. Sampai saya dan suami putuskan untuk memberikan susu formula. Susu formula pertama saya beri S26 Promil Gold. Kemudian setelah kami diskusikan, kami ganti ganti dengan susu Bebelove tahap 1 sampai Mirza berusia 6 bulan. Kemudian berlanjut ke Bebelove tahap 2 dan Mirza pun mulai mengenal MPASI. Pada saat saya beri ikan salmon tidak ada reaksi, tetapi begitu saya beri ikan nila ada reaksi merah-merah pada kulit punggungnya. Tidak lama kemudian dia batuk-batuk tanpa dahak. Seminggu kemudian batuknya berdahak dan panas, saya bawa ke dokter spesialis anak (DSA) Info dari DSA ada kemungkinan batuknya karena susu dan dia menyarankan untuk mengganti dengan susu Nestle NAN PH Pro tahap 1. Sekarang saya beri susu NAN PH Pro 1 tetapi ada reaksi (maaf) pup sehari bisa sampai 8x. Pupnya tidak terlalu encer namun ada ampasnya dan berwarna kuning. Mohon dapatnya saran dari Dokter. Terima kasih.

Terimakasih Anda telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.com

Dari cerita yang Anda ceritakan, terdapat beberapa kemungkinan yang pertama gatal dan batuk akibat alergi mengonsumsi ikan yang Anda sebutkan.Coba Anda hentikan konsumsi ikan yang menurut Anda membuat anak mengalami keluhan gatal dan batuk. Jika disebabkan makanan maka keluhan akan menghilang saat makanan dihentikan. 

Mengenai feekuensi BAB anak Anda, BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BABnya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB. Frekuensi buang air besar pada bayi bervariasi, dapat 4 - 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 7 hari. Jadi untuk menentukan apakah anak Anda menderita alergi protein susu sapi sebaiknya Anda kembali berkoordinasi dengan dokter spesialis anak Anda.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar