Sukses

Makanan Untuk Promil

12 Oct 2016, 23:15 WIB
Wanita, 23 tahun.

saya sudah minum prenagen esensis bulan ini tapi mau tau untuk makanan larangan untuk wanita promil dan makanan apa saja yg disarankan untuk promil juga? terimakasih

dr. Irma Rismayanty

Dijawab Oleh:

dr. Irma Rismayanty

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami mengerti rasa khawatir yang Anda rasakan.Pada dasarnya, ibu hamil harusmengkonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang. Perbanyaklah mengkonsumsi sayur dan buah. Ibu hamil terutama membutuhkan asam folat, kalsium dan zat besi. Hal tersebut dapat diperoleh dari sayur berdaun hijau tua, susu, dan daging.

Asupan makanan sehat yang dibutuhkan oleh ibu hamil adalah sebagai berikut:

1. Makanan Berkarbohidrat

Makanan berkarbohidrat sangatlah penting bagi ibu hamil. Karbohidrat tersebut berfungsi sebagai sumber energi khususnya untuk ibu hamil. Energi tersebut sangat berguna untuk pertumbuhan janin, jaringan payudara, dan membentuk plasenta. Beberapa contoh makanan yang mengandung karbohidrat yang baik untuk ibu hamil adalah nasi, kentang, roti, oatmeal/havermout, dan pasta.

2. Makanan Berprotein

Makanan yang mengandung protein juga dinilai penting dalam menjaga kondisi ibu hamil. Protein bagi ibu hamil berguna untuk:

  • Sebagai zat pembangun atau pembentuk serta memperbaiki jaringan tubuh pada janin seperti otot, tulang, mata kulit, jantung dan hati.
  • Berperan dalam pembentukan darah
  • Membantu pembentukan darah, cairan ketuban dan sel-sel janin agar sempurna
  • Berguna dalam pertumbuhan jaringan dan plasenta bahkan otak

Beberapa contoh makanan berprotein yang harus dikonsumsi ibu hamil adalah daging ayam, daging sapi, telur, tahu dan tempe.

3. Sayuran

Selain memiliki tingkat nutrisi yang tinggi, sayuran juga kaya akan serat yang sangat bermanfaat untuk ibu hamil. Sayuran dapat berguna melancarkan pencernaan, memberi asupan zat besi, dan meningkatkan sistem imun pada tubuh ibu hamil.

4. Buah-buahan

Buah-buahan sangat bermanfaat untuk ibu hamil dan sang janin. Manfaat buah-buahan untuk ibu hamil diantaranya adalah untuk mencegah terjadinya sembelit, menambah kekebalan tubuh, mencegah terjadinya infeksi, dan membantu perkembangan pada janin. Beberapa contoh buah-buahan yang harus dikonsumsi oleh ibu hamil adalah jeruk, alpukat, pisang, apel, mangga dan lain-lain.

Berikut panduan menu makanan sehat tambahan yang penting selain makanan utama untuk ibu hamil:

  • Konsumsi makanan yang mengandung kalsium

Fungsi kalsium untuk ibu hamil adalah untuk membantu proses pertumbuhan tulang pada janin sekaligus membantu proses tumbuhnya tunas gigi pada bayi. Asupan kalsium yang dibutuhkan ibu hamil sebanyak 1000-1300mg. Sumber kalsium bisa didapatkan dari produk olahan susu termasuk susu, keju, yoghurt, pudding, kacang-kacangan serta sayuran hijau seperti bayam dan brokoli.

  • Konsumsi makanan tinggi zat besi

Fungsi zat besi untuk ibu hamil yaitu untuk meningkatkan volume darah serta mencegah terjadinya gejala anemia bagi ibu hamil. Makanan yang mengandung zat besi bisa didapatkan dari daging merah tidak berlemak, bayam, kacang-kacangan dan sarapan sereal. Pastikan ibu hamil mengonsumsi asupan makanan mengandung zat besi setidaknya 27mg dalam sehari.

  • Konsumsi makanan yang mengandung iodine

Iodine dibutuhkan ibu hamil sebanyak 250 mikrogram untuk mendukung pertumbuhan saraf dan system saraf pusat. Makanan yang mengandung iodine bisa didapatkan dari makanan olahan susu seperti keju dan yoghurt serta dapat juga didapatkan dari seafood seperti ikan kod, salmon dan udang.

  • Konsumsi vitamin C setiap hari

Fungsi vitamin C untuk ibu hamil yaitu membantu proses pertumbuhan tulang dan gigi pada janin serta meningkatkan proses metabolisme pada ibu hamil. Asupan Vitamin C untuk ibu hamil adalah 70mg setiap harinya. Vitamin C bisa didapatkan dari buah-buahan seperti jeruk, anggur, stroberi dan papaya. Selain itu, vitamin C juga bisa didapatkan dari sayuran seperti brokoli, kol dan tomat.

  • Konsumsi asam folat setiap hari

Asam folat untuk ibu hamil berfungsi untuk mencegah terjadinya kecacatan pada tulang belakang dan otak janin. Oleh sebab itu, ibu hamil memerlukan asupan asam folat sebanyak 600mg setiap harinya. Asam folat bisa didapatkan dari sayur-sayuran seperti sayur bayam, bit, kubis, brokoli, asparagus, seledri, jagung dan kaelan. Selain sayuran, asam folat yang bagus untuk ibu hamil juga bisa ditemukan pada buah-buahan seperti pisang, jeruk, tomat, melon, strawberry, papaya, kacang-kacangan, Ikan salmon dan hati ayam.

  • Konsumsi vitamin A setiap hari

Untuk ibu hamil, Vitamin A berfungsi untuk membantu perkembangan pada janin khususnya perkembangan pada sel mata, organ mata, pertumbuhan tulang, kesehatan kulit, dan membantu perkembangan jantung pada janin. Vitamin A bisa didapatkan dari wortel, labu, kentang dan bayam.

Berikut makanan yang kurang baik untuk dikonsumsi selama kehamilan :

1. Makanan mentah atau setengah matang

Mengkonsumsi sushi, sashimi, daging mentah, sosis, daging cincang, kerang mentah, telur berisiko terkena toksoplasmosis. Toksoplasmosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh parasit yang dapat ditemukan pada daging, tanah, tinja kucing, dan air yang tidak bersih. Toksplasmosis saat hamil dapat menyebabkan keguguran dan kelainan pada janin (hidrosefalus, kebutaan, tuli).

Sedangkan telur mentah atau setengah matang dapat menyebabkan keracunan bakteri Salmonella Enteriditis, gejalanya berupa diare dan muntah. Mayones, mousse, tiramisu, es krim, dan beberapa jenis saus salad juga dibuat dari telur mentah.

2. Keju lunak

Keju lunak dibuat dari keju yang tidak dipasteurisasi dan dapat menyebabkan infeksi bakteri Listeria yang berbahaya bagi ibu dan janin.

Contoh keju lunak adalah:

  • parmesan,

  • feta,

  • blue cheese,

  • panela dan

  • mozzarella.

Hindari jenis keju tersebut sekali pun pada kemasan tertulis “sudah dipasteurisasi".

3. Makanan laut yang mengandung merkuri

Makanan laut merupakan sumber protein dan omega-3 yang sangat baik, namun ada beberapa yang berpotensi bahaya karena mengandung merkuri. Ikan yang berukuran besar biasanya memiliki kandungan merkuri lebih banyak. Food and Drug Association menyarankan untuk tidak mengkonsumsi ikan hiu, makarel, ikan todak, tuna, marlin, tilefish, dan swordfish.  Namun bukan berarti ibu hamil membatasi makan ikan, yang terpenting adalah memilih jenis ikan.

4. Buah dan Sayuran yang Tidak Dicuci

Cucilah semua buah dan sayur yang akan dikonsumsi untuk mengeliminasi bakteri dan parasit berbahaya (listeria dan toksoplasma).

Terutama untuk:

  • Jenis kecambah (seperti tauge),
  • kacang-kacangan,
  • dan lobak sebaiknya dimasak hingga matang.

Kurangilah segala risiko yang ada dengan memastikan memasak matang makanan yang ada. (Baca: Cara yang Benar Makan dan Masak Sayuran, Stroberi dan Tomat)

5. Kafein & Alkohol

Kopi, teh, soft drink, minuman berenergi dapat meningkatkan risiko keguguran dan berat badan bayi rendah. Penelitian ini masih kontroversi, namun konsumsi kafein sebaiknya dibatasi tidak melebihi 200 mg/hari. Konsumsi alkohol saat hamil dapat menyebabkan cacat kongenital, kelainan jantung, dan retardasi mental pada janin. Tidak ada dosis alkohol yang terbukti aman dikonsumsi saat hamil. Cara terbaik adalah tidak mengkonsumsinya sama sekali.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar