Sukses

Berbagai Penyebab Tinitus

09 Oct 2016, 17:44 WIB
Pria, 19 tahun.

Saya udah 4 bulan menderita tinitus di kedua telinga saya. Tinitus itu setiap hari terjadi, terkadang disertai sakit kepala. Saya sudah berobat dan dokter saya menyarankan untuk melakukan penyuntikan cairan dexamethasone ke gendang telinga saya, penyuntikan itu dilakukan sebanyak 4 kali, masing masingnya perhari. Pertanyaan yang ingin saya ajukan : 1. Bagaimana pendapat pak / ibu klikdokter mengenai efek samping dari penyuntikan tersebut ? 2. Adakah kemungkinan kondisi telinga justru semakin memburuk setelah penyuntikan cairan tersebut ? 3. Apakah ada pengaruh penyuntikan cairan tersebut ke organ lain seperti otak ? Pemeriksaan yang sudah saya lalui : 1. Hasil tes darah normal. 2. Setelah melakukan tes audiometri, hasilnya menunjukkan kedua telinga saya mengalami penurunan fungsi pendengaran pada bunyi tinggi. 3. Diagnosa sementara adalah penyakit autoimun terkena virus Terima kasih. Mohon atas bantuannya pak / ibu klikdokter.

 

Terimakasih Anda telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Keluhan telinga berdenging dalam dunia kedokteran disebut tinnitus. Tinitus sendiri berarti suara berdenging atau berdengung, atau jenis suara lain yang berasal dari kepala atau telinga tanpa keterlibatan sumber eksternal. Tinitus bukanlah penyakit namun gejala, dan sebaiknya segera dicari penyebabnya. Terdapat dua jenis tinitus, yaitu yang subjektif dan objektif. Tinitus subjektif berarti tinitus yang hanya dapat didengar oleh penderita sendiri. Penyebabnya adalah kelainan pada telinga bagian luar, dalam, dan tengah. Tinitus ini juga dapat disebabkan oleh gangguan pada saraf-saraf pendengaran di otak. Sedangkan yang objektif dapat didengar juga oleh dokter yang memeriksa. Tinitus jenis ini jarang ditemukan, dapat disebabkan oleh kelainan pembuluh darah, gangguan tulang telinga dalam, atau gangguan pada otot.

Penyebab yang umum ditemukan pada tinitus adalah kerusakan sel telinga dalam. Rambut-rambut kecil pada telinga bagian dalam bergerak tergantung tekanan gelombang suara. Gerakan ini menstimulasi sel-sel telinga untuk mengeluarkan sinyal listrik melalui saraf dari telinga (saraf auditori) ke otak. Otak akan menginterpretasi sinyal-sinyal ini sebagai suara. Jika rambut-rambut pada telinga bagian dalam tersebut rusak, mereka dapat “membocorkan” impuls elektrik yang tidak beraturan, sehingga menyebabkan tinitus. Kerusakan rambut-rambut ini dipengaruhi oleh usia dan adanya paparan terhadap suara yang keras dalam jangka waktu lama (MP3 player, konser musik), dan paparan terhadap beberapa obat tertentu (aspirin, NSAIDs, diuretik).

Penyebab lain dari tinitus adalah:

  • Adanya kotoran terlalu banyak dalam telinga,

  • Perubahan pada tulang telinga bagian tengah,

  • Meniere’s Disease (kelainan pada telinga dalam karena tekanan cairan atau komposisi telinga dalam),

  • Trauma pada kepala atau telinga (mempengaruhi saraf atau fungsi otak yang berkaitan dengan pendengaran; umumnya tinitus karena sebab ini hanya terjadi pada satu telinga)

  • Tumor jinak pada saraf kranial yang berjalan dari otak ke telinga bagian yang mengontrol keseimbangan dan pendengaran (acoustic neuroma; biasanya menyebabkan tinitus pada satu sisi telinga saja)

  • Kelainan pada pembuluh darah, seperti hipertensi, kolesterol, diabetes mellitus, dan lain-lain (menyebabkan tinitus yang sifatnya pulsatil atau berdenyut, termasuk tinitus objektif)

  • Stress dan depresi. Diagnosis ini merupakan diagnosis yang sangat umum jika  tes-tes atau pemeriksaan pendengaran menunjukkan hasil normal dan penyebab tinitus lain tidak dapat diidentifikasi.

Tidak ada obat khusus untuk tinitus, yang paling penting adalah menghilangkan pencetus atau menyembuhkan penyebab. Yang dapat saya sarankan untuk Anda adalah menghindari pajanan suara keras, hindari pencetus tinitus seperti kopi, teh, cola, rokok, dan garam.

Penyuntikan steroid intratimpanik biasanya digunakan untuk tuli mendadak sensorineural, namun  kami menyarankan agar anda berkonsultasi ulang dengan dokter spesialis THT anda  untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab tinitus lainnya atau jika cara-cara di atas tidak membantu mengatasi keluhan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar