Sukses

Solusi Gairah Seks Menurun

08 Oct 2016, 23:05 WIB
Pria, 25 tahun.

Sudah hampir 3 bulan saya susah tidur dan selama 3 bulan juga gairah seks saya menurun apakah karna kurang istirahat berpengaruh dengan gairah seks saya? Dan bagaimana mengatasinya?terimakasij

 

Terima kasih telah menggunakan fasilitas e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com, 

Kami mengerti tentu hal ini mengganggu hubungan Anda dan pasangan. Nafsu seksual atau dalam kedokteran disebut dengan libido disebabkan oleh berbagai faktor seperti: fisik, emosional dan psikiologis. Secara umum penurunan libido disebabkan oleh :

  1. Kelelahan: Jumlah jam tidur kurang dari enam jam berkaitan dengan mendorong penurunan dorongan seks. Menurut para ahli, kurang  tidur kronis bahkan kurang tidur selama semalam akan menurunkan kadar nafsu seksual yang mempengaruhi dorongan seks pada pria dan wanita.

  2. Berat badan tidak ideal, kegemukan dapat mempengaruhi hormon yang pada akhirnya berpengaruh pada gairah seks selain itu juga orang gemuk dapat merasa kurang percaya diri dalam melakukan hubungan seks

  3. Gaya hidup tidak sehat. Terlepas dari efek terhadap kesehatan, perokok dan pecandu alkohol cenderung memiliki dorongan seks yang lebih rendah. Sedangkan mereka yang aktif secara mental dan fisik lebih cenderung memiliki gairah seks yang normal.

  4. Stres

  5. Kebosanan dengan cara berhubungan seksual. Hal ini dapat terjadi bila hubungan seksual dilakukan dengan cara yang terus menerus sama. Variasi dalam metode berhubungan intim dalam dicoba untuk mengatasi penyebab ini.

Bagaimana dengan pola aktivitas suami Anda? Adakah stres yang sedang suami Anda alami? Dengan memahami kemungkinan penyebabnya, maka suami Anda dapat membangun kembali gairah seksualnya. Kami sarankan Anda mengenali terlebih dahulu apa penyebab dari penurunan libido yang terjadi pada suami Anda,tidak perlu dulu intervensi obat untuk mengatasinya. Jika keluhan semakin dirasakan Anda dapat konsultasikan diri ke dokter spesialis andrologi khusus masalah seks untuk dilakukan pemeriksaan fisik dan mendapatkan terapi yang optimal, jangan gunakan obat secara mandiri tanpa pengawasan dokter.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

 

0 Komentar

Belum ada komentar