Sukses

Kotoran Bayi Berwarna Kehijauan

07 Oct 2016, 07:13 WIB
Wanita, 34 tahun.

Pagi dokter...anak saya berusia 18 bulan selera makannya susah sekali..bahkan bisa sampai 2 hari tidak makan nasi sama sekali..hanya minum susu saja..apa ada masalah sama pencernaan anak saya dok..karena BAB nya itu berwarna hitam kehijauan Dan berbau sekali..BAB nya juga seperti biji kambing ..perutnya juga kembung terus..kalau berjalan dia selalu terjatuh ..pertumbuhannya juga agak lama..terimakasih dok ..

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Pada bayi perubahan warna feses menjadi hijau masih dapat dikatakan sebagai suatu perubahan yang normal, selama tidak disertai oleh keluhan-keluhan lain, seperti nafsu makan menurun, terdapat darah pada BAB, muntah, bayi lebih rewel, berat badan menurun, dan lain sebagainya. Selain itu feses bayi memang umumnya tidak berbentuk, bisa seperti pasta/krem, berbiji (seeded), dan bisa juga seperti mencret/cair. Frekuensi buang air besar pada bayi bervariasi, dapat 4 - 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 7 hari.

Feses yang berubah menjadi hijau dapat terjadi karena bayi Anda hanya mengkonsumsi makanan yang mengandung rendah lemak. Lemak biasanya didapatkan oleh bayi dari ASI. Namun bukan berarti semua ASI yang diberikan pasti tinggi lemak. Dalam payudaranya, ibu memiliki ASI depan (foremilk) dan ASI belakang (hindmilk).

Saat bayi menyusu, ia akan selalu menghisap ASI depan terlebih dahulu. ASI depan (foremilk) memiliki banyak kandungan gula dan laktosa tapi rendah lemak. Sementara ASI belakang (hindmilk) mengandung banyak lemak. Pada bayi yang diberikan ASI eksklusif, feses yang keluar akan didominasi warna kuning/golden feces, dan warna tersebut normal. Warna kuning ini berasal dari proses pencernaan lemak yang dibantu oleh cairan empedu.

Pada anak yang diberikan makanan lain selain ASI, seperti bayi Anda, menyebabkan terjadinya perubahan pada proses pencernaan dan akhirnya membuat feses bayi berwarna hijau. Bahkan sering juga menyebabkan terbentuknya gas yang terlalu banyak sehingga bayi sering kentut dan merasa tidak nyaman. 

Kami sarankan Anda kembali mengunjungi Dokter Spesialis Anak Anda untuk mengkonsultasikan hal ini sehingga DSA Anda dapat melakukan pemeriksaan langsung, memberikan penanganan yang optimal dan melakukan pemantauan terhadap kondisi anak Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

0 Komentar

Belum ada komentar