Sukses

Angioedema
05 Okt 2016, 18:34 WIB
Pria, 25 tahun.

Kmaren saya memakai semir rambut, tapi ke esokkannya kulit kpala saya gatal skali, dsertai kluar lendir, sela 12 jam kmudian gatalnya hilang, tetapi muka saya bengkak di sekitar dahi dan mata hingga namoak membenjol dahi saya, dan mata saya susah mliat akibat bengkak d klopak mata

dr. Irma Rismayanty

Dijawab Oleh:

dr. Irma Rismayanty

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami mengerti rasa khawatir yang Anda rasakan. Sepertinya gejala yang anda alami adalah angioedema. Angioedema merupakan reaksi hipersensitif yang ditandai dengan akumulasi cairan dalam jaringan fasial, sehingga menyebabkan terbentuknya area pembengkakan yang lunak di bawah kulit. Kondisi ini bisa terjadi karena diwariskan (heredity) atau didapat (acquired), dan bisa menyeluruh atau terokalisir.

Gejala

Tanda dan Gejala

Ketika terjadi pembengkakan yang tidak disertai rasa sakit pada bibir, biasanya lesi tersebut seragam dan bersifat difus, namun bisa juga asimetris dan melibatkan bagian-bagian bibir dengan taraf yang bervariasi. Angioedema terbentuk dalam hitungan menit atau secara perlahan dalam waktu beberapa jam, dan durasinya hanya sementara.

Vermilion border dari bibir akan terlihat seolah meregang, menonjol, dan pliable(dapat dibengkokkan atau dilipat atau diplintir dengan mudah) dan tidak begitu mencolok seperti biasanya, sementara epitel permukaan tetap memiliki warna normal, atau sedikit kemerahan.

Pembengkakan pada lidah, dasar mulut, kelopak mata, wajah dan ekstremitas bisa menyertai kondisi tersebut, selain itu lesi ini terkadang menimbulkan sensasi seperti terbakar atau gatal. 

Pengobatan

Terapi

Penghentian kontak dengan alergen yang disertai dengan penggunaan antihistamin merupakan bentuk perawatan yang terbaik.

Lain

Meskipun penyebab angioedema masih belum dapat dipastikan, makanan, minuman anggur (wine), obat-obatan seperti obat oles pada rambut bisa menjadi pencetusnya atau kondisi yang menimbulkan ketegangan psikis bisa menjadi faktor kausatif untuk tipe lesi yang didapat (acquired).

Pada bentuk penyakit ini, stimulus antigen tampaknya mencetuskan peningkatan permeabilitas kapiler yang diperantarai oleh histamin yang terhubung dengan imunoglobulin tertentu. Di sisi lain, pada tipe herediter tampaknya terkait dengan defisiensi enzim tertentu.

Angioneurotic edema biasanya bersifat rekuren, dan self-limiting (dapat sembuh dengan sendirinya). Secara umum, penyakit ini tidak mengancam nyawa seseorang.

Pada kasus-kasus yang melibatkan pembengkakan jaringan faringeal, adanya efek merugikan pada jalan napas selalu menjadi kekhawatiran utamanya.

Untuk menghentikannya biasanya anda bisa meminum antihistamin.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar