Sukses

Jenis Kelamin Janin, Vaksin Saat Hamil dan Berhubungan Intim Saat Hamil

01 Oct 2016, 10:23 WIB
Wanita, 23 tahun.

Dok saya mau tanya, saya hamil 6 bulan mau menginjak 7 bulan tetapi bayi belum keliatan jenis kelaminnya, pdhal sya rutin periksa.nya, terus saya juga blm pernah di vaksin apa tidak apa2? Satu lagi pertanyaan dok, apa boleh di hamil trimester akhir berhubungan intim tanpa menggunakan pengaman?

Terimakasih Anda telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.com

Kami akan mencoba menjawab beberapa pertanyaan Anda:

Jenis Kelamin

Penentuan jenis kelamin janin biasanya sudah dapat dilakukan sejak usia kehamilan 20 minggu, kadang bahkan dapat ditentukan pada usia kehamilan 16 minggu. Penentuan jenis kelamin ini dilakukan dengan pemeriksaan ultrasonografi.

Dasar penentuan jenis kelamin adalah terlihatnya penis dan skrotum (kantung kemaluan) pada laki-laki dan labia pada perempuan. Terlihatnya penis menunjukkan bahwa janin adalah laki-laki, namun tidak terlihatnya penis bukan merupakan bukti yang cukup untuk menentukan janin tersebut adalah perempuan. Untuk menetukan jenis kelamin perempuan diperlukan terlihatnya tanda berupa 3 garis menggambarkan labia. Terlihatnya hal itu merupakan indikasi yang valid dan sangat akurat bahwa janin tersebut adalah perempuan.

Namun, pada dasarnya keakuratan visualisasi alat kelamin janin tergantung dari beberapa faktor seperti posisi janin, jumlah cairan amnion, dan ketebalan dinding perut, sehingga seringkali penentuan jenis kelamin sulit, dan baru dapat dipastikan setelah usia kehamilan lebih tua. 

Vaksin Kehamilan

Berikut adalah jenis-jenis vaksin yang aman untuk diberikan bagi wanita hamil:

  • Hepatitis B: wanita hamil yang berisiko tinggi terhadap hepatitis B dapat memperoleh vaksin ini. Diberikan dalam 3 dosis; dosis kedua dan ketiga diulang setelah 1 dan 6 bulan setelah dosis pertama.
  • Influenza (inaktif): wanita hamil dapat memperoleh vaksin ini setelah berkonsultasi dengan dokter.
  • Tetanus/Difteri/Pertusis: direkomendasikan terutama pada kehamilan 27-36 minggu, untuk pencegahan bayi dari batuk rejan. Jika tidak diberikan sewaktu kehamilan, dapat diberikan segera setelah melahirkan.

Berhubungan Saat Hamil Trimester 3

Jika kondisi kehamilan Anda sehat, sebenarnya tidak masalah untuk melakukan hubungan seksual (dengan ejakulasi di dalam) saat hamil pada usia kehamilan berapapun. Asalkan tidak ada keluhan yang mengikuti hubungan seksual Anda dan pasangan seperti flek perdarahan, cairan ketuban merembes, rahim kontraksi terus menerus, dan riwayat keguguran berulang maka hubungan seksual dalam kehamilan diperbolehkan.

Sperma yang dikeluarkan saat ejakulasi memang mampu menimbulkan terjadinya kontraksi rahim, selain itu aktivitas yang dilakukan saat berhubungan badan juga berisiko menimbulkan terjadinya perdarahan pasca senggama. Namun, jika kondisi kehamilan Anda sehat, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Janin sebenarnya tidak akan terpengaruh karena dilindungi oleh plasenta, dan kontraksi rahim yang timbul saat orgasme tidak cukup kuat untuk mencetuskan persalinan.

Posisi yang dianjurkan adalah posisi wanita di atas terutama pada kehamilan di trimester ketiga. 

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat

0 Komentar

Belum ada komentar