Sukses

Anak dengan Alergi Susu Sapi
22 Sep 2016, 09:09 WIB
Wanita, 27 tahun.

dok anak saya umur 21bln bb 9kg, 1bulan yg lalu opname dan kata dokternya susunya suruh ganti soya, sejak umur 4bln minum sufor sapi, sudah gonta ganti susu tetapi susah bab dan keras dan sakit2an. sudah 4x opname. apakah anak saya alergi susu sapi?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Karena anak Anda masih di bawah usia 2 tahun, Anda bisa terus lanjut memberikan ASI sampai usia 2 tahun, sambil diberikan makanan tambahan MPASI. Bila bekerja, Anda dapat menyiasatinya dengan memompa ASI dan menyimpannya di dalam kulkas. Terkait dengan penentuan diagnosis alergi susu sapi sendiri, dibutuhkan wawancara medis yang mendetil dan pemeriksaan fisis secara langsung. Kami menyarankan agar Anda dapat berkonsultasi secara langsung dengan dokter guna dilakukan pemeriksaan secara langsung untuk menentukan diagnosis yang tepat dan tata laksana yang sesuai.

Jika sudah tegak diagnosis alergi susu sapi, memang anak disarankan untuk menghindari semua makanan dan minuman yang mengandung susu dan produk turunannya, seperti mentega, krim, yogurt, keju, dll.

Namun, sebagian besar anak (sekitar 70%) akan terbebas dari alergi susu sapi ini, antara usia 1 hingga 5 tahun. Menurut panduan dari IDAI, anak dapat dicoba kembali diberikan susu sapi setelah 6 bulan diberikan susu soya. Setelah 6 bulan tersebut, Anda dapat mencoba memberikan susu sapi sedikit, untuk melihat reaksinya. Apabila sudah tidak lagi timbul reaksi alergi, maka artinya anak Anda sudah terbebas dari alergi susu sapi. Namun apabila masih timbul gejala, Anda dapat melanjutkan kembali dengan susu soya.

Perlu diperhatikan agar Anda tidak memberikan susu sapi bersamaan dengan makanan-makanan yang anak Anda juga alergi, seperti telur, ayam, ikan laut, dan coklelat. Namun perlu dipastikan juga, apakah benar anak Anda alergi dengan bahan tersebut? Harus dipastikan dengan pemeriksaan, karena pemantangan makanan yang terlalu banyak dikhawatirkan dapat mengganggu tumbuh kembang anak karena kekurangan nutrisi.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi Medis KlikDokter.

0 Komentar

Belum ada komentar