Sukses

Sakit Kepala dan Sebabnya

15 Sep 2016, 02:15 WIB
Wanita, 22 tahun.

Tiga hari saya mengalami sakit kepala yang rasanya di bagian atas, serta rasa berat. Saya cek darah dengan hasil Leukosit 4600; typhus H = 1/80; paratyphus A yg O = 1/320; dan paratyphus C yang O = 1/160. Meski begitu, saya tidak mengalami demam, tapi ada mual namun tidak muntah. Hari keempat saya ke UGD, disuruh orang tua untuk dirawat saja. tapi, dokter di UGD bilang itu bukan typhus. Saya harus gimana?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda.

Mengenai hasil lab Anda, memang itu tidak mengarah ke tifoid sebab tidak ada demam. Kemungkinan yang Anda rasakan adalah murni sakit kepala saja.

Secara umum, penyebab sakit kepala dibagi menjadi dua macam, yaitu:

  • Primer - tidak disebabkan oleh kondisi apapun, hasil pemeriksaan lab, CT scan normal
  • Sekunder - terdapat penyakit yang mendasari, seperti akibat cedera leher/kepala/tulang belakang, peradangan atau gangguan pada pembuluh darah di dalam dan sekitar otak, termasuk stroke, infeksi (meningitis), tekanan dalam otak yang terlalu tinggi atau rendah, tumor otak, cedera kepala; hal-hal ini biasanya bisa terlihat melalui CT scan

Yang umum terjadi adalah sakit kepala primer dalam bentuk:

  • Nyeri kepala yang bersifat cluster
  • Migrain 
  • Nyeri kepala tipe tension (seperti ada yang menekan/mengikat kepala)

Dari deskripsi singkat Anda, kemungkinan Anda mengalami nyeri kepala tipe tension (selanjutnya disebut tension-type headache/TTH).

Pada TTH terdapat nyeri kepala tumpul, rasa seperti ada yang menekan/mengikat atau tertindih benda berat di sekitar dahi atau belakang kepala hingga leher. Jenis sakit kepala ini seringkali disebabkan karena stress dan paling sering terjadi pada orang dewasa.

Beberapa faktor dapat menjadi pemicu timbulnya TTH, antara lain :

  • Stress : biasanya sakit kepala timbul di siang atau sore hari setelah stress bekerja atau ujian
  • Gangguan tidur
  • Posisi tubuh yang salah saat bekerja
  • Waktu makan yang tidak teratur
  • Kelelahan mata
  • Penghentian konsumsi kafein
  • Kecemasan
  • Kelelahan
  • Kadar zat besi yang rendah

Jika tidak ada gejala lain seperti kelemahan sisi tubuh, kesemutan, kejang, gangguan penglihatan, intensitas nyeri yang semakin bertambah berat, demam, penurunan berat badan  Anda tidak perlu khawatir, kemungkinan Anda hanya mengalami TTH.

TTH dapat diatasi dengan istirahat, pemijatan/massage bagian belakang kepala dan leher, serta minum obat penghilang rasa sakit jika tidak tahan. Namun, penggunaan obat-obatan tersebut tidak akan banyak membantu jika anda tidak menghindari faktor pencetus terjadinya TTH pada diri Anda. Untuk mencegah berulangnya kejadian TTH pada diri Anda, Anda juga perlu menghindari faktor-faktor pencetus TTH. 

Apabila dengan obat pereda rasa nyeri, sakit kepala tidak berkurang atau justru frekuensinya semakin meningkat apalagi disertai dengan gejala lain seperti pingsan dan gangguan keseimbangan, maka kami sarankan untuk berkonsultasi ke dokter spesialis saraf karena dikhawatirkan ada penyebab lain dari sakit kepala tersebut. Mengenai apa pemeriksaan penunjang yang sekiranya diperlukan tergantung hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter yang memeriksa Anda langsung.

Berikut kami lampirkan juga artikel yang mungkin bermanfaat untuk Anda:

Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (FA)

Salam,

Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar