Sukses

Fluoxetine dan Alprazolam Untuk Mengatasi Gangguan Tidur

27 Aug 2016, 11:30 WIB
Pria, 22 tahun.

Selamat siang dok, 4 hari yang lalu saya melakukan pemeriksaan ke dokter psikiater di salah satu rumah sakit di daerah saya, kebetulan saya memiliki keluhan di jam tidur saya yang terbalik dok dan itu sudah menahun sehingga mempengaruhi psikis dan kegiatan saya dok, maka dari itu saya putuskan untuk konsultasi. Setelah saya konsultasi dengan psikiater tersebut, saya diberikan resep obat Nopres Fluoxetine 20mg (hanya 10mg yang dikonsumsi) pada pagi hari dan Alprazolam 0.5 mg pada malam hari. Nah, yang mau saya tanyakan dok kalau nopres itu gunanya untuk apa dok? saya konsumsi itu pada pagi hari memiliki dampak seperti bingung dok, sedangkan saya harus berkendara untuk melakukan kegiatan sehingga saya tidak dpt melakukan kegiatan setelah konsumsi obat tersebut. lalu, untuk alprazolam sepertinya tidak ada efek/dampak yang dapat membantu saya untuk membalikan jam tidur saya, karena saya telah konsumsi obat tersebut dan tidak merasakan apa2 sehingga saya tetap tidak bisa tidur, dok. nah, bagaimana ya solusinya dok? kalau saya konsultasi lagi ke psikiater saga itu apa boleh? sedangkan wktu kontrol/cek bulanan masih terhitung lama setelah pemeriksaan terakhir. mohon dibantu ya dok, terima kasih.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran Anda.

Umumnya pola tidur manusia yang baik adalah mengikuti jam biologis tubuh, yaitu beristirahat dimalam hari, dan beraktivitas di pagi hingga sore hari. Kondisi ini disebut sebagai irama sirkardian.

Lantas, apa yang menjadi alasan anda memiliki pola tidur yang terbalik dari irama tidur pada normalnya? 

Irama sirkadian akan mengatur waktu tidur dan bangun, produksi urin, termoregulasi,  sistim endokrin, dan perubahan tekanan darah. Petanda di dalam tubuh mamalia untuk irama sirkadian adalah sekresi melatonin dan temperatur inti tubuh.

Berdasarkan waktu sirkadian, kondisi mengantuk tidak akan semakin meningkat setelah lewat dari waktunya. Keinginan dan kemampuan seseorang untuk jatuh tertidur dipengaruhi oleh rentang waktu sejak orang tersebut bangun dari tidur yang adekuar dan dari ritme internal sirkadian. Karena itulah tubuh mampu untuk jatuh tertidur dan tetap terbangun pada waktu yang berbeda setiap harinya.

Seseorang dengan irama sirkadian normal akan mampu untuk bangun di pagi hari pada waktu yang sama bila mereka mau, tidur di malam hari secukupnya, dan menyesuaikan diri dengan pola tidur sesuai kebutuhan.

Insomnia adalah kesulitan untuk tertidur atau sulit untuk mempertahankan keadaan tidur. Seseorang dengan insomnia cenderung terjaga dan tidak bisa masuk ke dalam fase tidur.

Beberapa faktor yang berperan dalam insomnia adalah keadaan stres, lingkungan yang tidak mendukung, dan penggunaan obat-obatan tertentu.

Terdapat beberapa tips yang dapat dilakukan untuk membantu Anda tertidur, misalnya tidur pada jam yang sama setiap harinya, matikan lampu kamar Anda, dan hindari minum kopi saat menjelang tidur.

1. Fluoxetine

Fluoxetine merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan depresi, gangguan obsesif kompulsif, bulimia nervosa dan gangguan panik. Fluoxetine termasuk golongan selective serotonin reuptake ihibitor (SSRI) yang bekerja dengan menghambat penyerapan kembali serotonin (substansi alami di otak) oleh sel-sel syaraf sehingga kadar serotonin  otak dapat dijaga, yang dapat memperbaiki beberapa gangguan mood.

Efek samping yang dapat timbul ialah insomnia, kelemahan, cemas, mengantuk, tremor, dispepsia, mual, sakit kepala, bibir kering, penurunan hasrat seksual, anoreksia dan penurunan nafsu makan.

 

Meskipun salah satu efek samping fluoxetine ialah insomnia, obat ini juga  dapat menyebabkan ngantuk atau pusing, sulit mengambil keputusan dan berkonsentrasi sehingga sebaiknya jangan menyetir setelah mengonsumsi obat ini sampai Anda tahu reasi tubuh Anda terhadap obat ini. Sebaiknya diskusikan dengan psikiater Anda bila memang Anda harus menyetir di pagi hari.

Jangan menghentikan konsumi fluoxetine sendiri tanpa pengawasan dokter karena dapat menimbulkan efek samping seperti gangguan mood, tubuh terasa kebas, pusing, sakit kepala, gangguan tidur atau kelelahan.

2. Alprazolam

Alprazolam adalah obat anti cemas yang termasuk kelas zat psikotropika benzodiazepine. Alprazolam memiliki sifat yang sama dengan golongan benzodiazepine lainnya, yaitu berikatan pada reseptor GABA. Beberapa efek dari Alprazolam adalah anti cemas, hipnotik (membuat ngantuk), pelemas otot rangka, anti kejang, dan memiliki efek amnestik (kemampuan membuat orang lupa terhadap sesuatu). Memang obat ini sering digunakan untuk mengatasi gangguan sulit tidur(inomnia).

Efek samping yang dapat muncul saat mengkonsumsi Alprazolam adalah disinhibisi otot, perubahan libido, halusinasi, mulut kering, gangguan keseimbangan, gangguan berbicara, ide untuk bunuh diri, retensi buang air kecil, amnesia, mengantuk, ataupun pusing serta nyeri kepala.

Sebaiknya obat ini tidak dikonsumsi sembarangan tanpa adanya indikasi yang jelas dan saran terapi oleh dokter.

Oleh sebab itu, kami sarankan Anda untuk berkonsultasi ulang dengan psikiater yang menangani Anda agar Anda dapat menjelaskan secara langsung mengenai efek samping yang Anda rasakan, sehingga dokter dapat mengevaluasi pengobatan dan menentukan langkah yang dapat diambil selanjutnya. Anda tidak perlu menunggu hingga waktu kontrol selanjutnya bila memang mengalami efek samping obat.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar