Sukses

Istri Orgasme Seperti Buang Air Kecil Saat Berhubungan

27 Aug 2016, 10:44 WIB
Pria, 29 tahun.

kenapa ya dok...setiap berhubungan dgn istri,dia selalu seperti org buang air kecil...apa itu yg nama nya orgasme dok.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com

Keluar cairan dari vagina istri yang biasanya 'muncrat' dan disertai dengan kepuasan pada istri Anda, maka Anda tidak perlu khawatir karena itu adalah bentuk orgasme atau tercapainya puncak kenikmatan saat berhubungan seksual pada istri Anda.

Squirt secara etimologi dari bahasa Inggris yang bermakna 'muncrat'. Namun jika yang Anda tanyakan dalam konteks kesehatan seks, maka squirt dimaknai sebagai istilah jenis orgasme yang di sertai dengan menyemburkan cairan dari bagian urethra.

Tidak banyak penelitian yang membahas mengenai cairan ejakulat pada wanita. Banyak kontroversi seputar hal ini. Penelitian yang ada menyebutkan bahwa cairan ejakulat yang dihasilkan oleh perempuan berasal dari kelenjar Skene, yaitu kelenjar pada bagian luar vagina yang memiliki saluran yang bermuara pada uretra (saluan kemih) dan dekat muara uretra tersebut. Berdasarkan analisis cairan tersebut ternyata mirip dengan cairan ejakulat pria yang dihasilkan oleh prostat dalam hal kandungannya (tentunya tanpa sperma).

Apakah Squirting Wajar?

Namun,  kenyatannya dihasilkannya kelenjar ejakulat pada perempuan bukan hal yang umum. Pada satu penelitian tertentu yang melibatkan 400 perempuan, tidak ada satupun di antara mereka yang mengalami "ejakulasi". Walaupun demikian terdapat laporan-laporan bahwa ada sebagian kecil perempuan yang mengalami ejakulasi secara teratur. Anatomi dari kelenjar skene bervariasi pada tiap perempuan, ada yang besar dan ada yang kecil. Tentunya semakin besar ukuran kelenjar, semakin besar pula kemungkinan keluarnya cairan ejakulat. Banyaknya cairan ejakulat yang keluar pun tidak terlalu banyak, sehingga muncrat.

Banyak literatur yang menghubungkan rangsangan pada G-Spot dengan keluarnya ejakulat pada perempuan. Namun literatur-literatur tersebut tidak saintifik atau tidak berdasarkan penelitian. Adanya G-Spot sendiri belum dapat dibuktikan secara ilmiah, atau belum ditemukan secara anatomi.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

 

0 Komentar

Belum ada komentar