Sukses

Anak Tidak BAB 3 Hari

25 Aug 2016, 21:25 WIB
Pria, 0 tahun.

met sore dokter sya torance, ijin tanya, anak saya Juan umur baru 1 bln, laki laki, sudah 3 hari ini ga ad BAB, biasanya lancar dan 1 hari bisa 2 x, ASI ekslusif, cuman minum vitamin dan penambah darah aj, sbg ortu baru kami sangat khawatir, mohon bantuannya dok, terimakasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran Anda. Apakah keluhan sulit BAB disertai keluhan lain seperti demam, perut membuncit, bayi menjadi lebih rewel? Apakah bayi Anda mengonsumsi ASI atau susu formula?

Buang air besar (BAB) pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BABnya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB. Frekuensi buang air besar pada bayi bervariasi, dapat 4 - 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 7 hari. Terutama pada bayi ASI, seringkali dapat terjadi perubahan pola BAB dari yang tadinya sering menjadi 3 hari sekali hingga 7 hari sekali dan hal tersebut normal bila tidak disertai gejala-gejala yang membahayakan seperti sering muntah, perut kembung dan teraba keras, bayi menjadi lebih rewel, BAB disertai darah.

Beberapa kemungkinan penyebab timbulnya kesulitan buang air besar:

  • Pada umumnya, kesulitan buang air besar terjadi pada bayi yang pertama kali diberikan susu formula atau makanan pendamping atau dalam kata lain bayi mulai diperkenalkan dengan makanan padat.

  • Frekuensi BAB yang menurun pada bayi dapat juga terjadi karena bayi masih kurang mengerti bagaimana teknik mengedan yang benar, sehingga ia tidak dapat mengeluarkan tinjanya dengan baik. Jika hal ini terjadi pada bayi anda, Anda tidak perlu khawatir karena bayi akan belajar sendiri bagaimana cara mengedan yang benar

Yang perlu Anda khawatirkan adalah jika penurunan frekuensi BAB pada bayi Anda disertai dengan timbulnya keluhan-keluhan seperti bayi menjadi lebih rewel, perut kembung dan teraba keras, sering muntah, berat badan tidak naik, dll. Jika hal-hal tersebut terjadi pada bayi Anda, kami sarankan sebaiknya Anda segera membawa bayi Anda ke dokter spesialis anak.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar