Sukses

BAB Sulit Dan Jarang
26 Aug 2016, 05:59 WIB
Wanita, 28 tahun.

Halo dokter, saya punya bayi berumur 1,5 bulan. Selama 1 minggu terakhir ini , si kecil susah buang air besar, dlm seminggu hanya 2 kali bab, padahal sebelumnya tidak pernah susah bab, saya tdk memberikan asi tp sufor merek lactogen, bgmn cara agar bayi saya bab nya lancar? Terima kasih

dr. Irma Rismayanty

Dijawab Oleh:

dr. Irma Rismayanty

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami mengerti rasa khawatir yang Anda rasakan.

 

BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BABnya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak.

Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Bagaimana dengan frekuensi minum ASI anak Ibu?

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB. Frekuensi buang air besar pada bayi bervariasi, dapat 4 - 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 7 hari.

Beberapa kemungkinan penyebab timbulnya kesulitan buang air besar:

  • Pada umumnya, kesulitan buang air besar terjadi pada bayi yang pertama kali diberikan susu formula atau makanan pendamping atau dalam kata lain bayi mulai diperkenalkan dengan makanan padat.

  • Frekuensi BAB yang menurun pada bayi dapat juga terjadi karena bayi masih kurang mengerti bagaimana teknik mengedan yang benar, sehingga ia tidak dapat mengeluarkan tinjanya dengan baik. Jika hal ini terjadi pada bayi anda, Anda tidak perlu khawatir karena bayi akan belajar sendiri bagaimana cara mengedan yang benar

Yang perlu Anda khawatirkan adalah jika penurunan frekuensi BAB pada bayi Anda disertai dengan timbulnya keluhan-keluhan seperti bayi menjadi lebih rewel, perut kembung dan teraba keras, sering muntah, berat badan tidak naik, dll.

Hindari penggunaan obat pencahar, suplemen serat dan pelunak kotoran secara berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan pada kerja saluran cerna. Gunakan obat-obatan ini hanya dengan konsultasi dan pengawasan dokter. Untuk itu, bila keluhan berlanjut dan Anak anda memperlihatkan keluhan seperti menjadi lebih rewel, perut kembung dan teraba keras, sering muntah, berat badan tidak naik, maka sebaiknya Anda segera membawa anak kepada dokter Anak terdekat.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar