Sukses

Alergi Susu Formula Padahal Tidak Ada RIwayat Alergi
26 Aug 2016, 05:36 WIB
Wanita, 29 tahun.

Selamat siang dok, saya memiliki anak kembar sejak lahir diberikan ASI dan Susu Formula tetapi kakanya lebih banyak minum sufor dibanding ASI karena adenya yang lebih banyak minum ASI dan pada saat usia 6 bulan diberikan MPASI yaitu bubur susu dari beras merah dicampur sufor malah bereaksi timbulnya bercak merah pada pipi leher dan badan, timbul pada kakanya sedangkan adenya tidak ada reaksi apa apa dan pada saat ke dokter, dokter menyarankan ganti susu ke susu formula soya karena alergi susu sapi dan meresepkan obat alergi, tetapi tidak ada riwayat dari kami sebagai orang tua yang alergi susu sapi, kemudian saya beralih ke susu soya dan memang bercak merah menghilang. 1. Apa benar alergi susu sapi tetapi kenapa terjadi setelah usia 6 bulan? 2. Apa boleh diberikan kembali susu formula sapi sebelumnya atau tetap pada susu soya dan sampai usia berapa susu soya diberikan? Terima kasih

dr. Irma Rismayanty

Dijawab Oleh:

dr. Irma Rismayanty

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami mengerti rasa khawatir yang Anda rasakan. Bayi dengan alergi susu sapi umumnya memiliki gejala pencernaan seperti muntah, diare berlanjut yang kadang-kadang terdapat darah, hingga mengganggu tumbuh kembang anak. Jika keadaan ini dibiarkan terjadi tentunya akan berpengaruh pada berat badan anak. Dapat pula berupa bercak pada kulit terutama pipi bahkan sleuruh tubuh. Bila bayi anda didiagnosis alergi susu sapi, memang sebaiknya pikirkan kemungkinan untuk mengganti jenis susu seperti ASI atau formula susu yang dihidrolisis sempurna atau susu soya. 

Kejadian alergi ini terjadi karena paparan yang terus menerus, awalnya bayi anda tidak menunjukan gejala ini namun karena terpapar terus menerus pajanan semakin kuat sehingga timbul bercak alergi. Walaupun anda dan suami tidak mempunyai riwayat alergi, seorang anak bisa saja alergi sekitar 20%. Namun, jika anda atau suami memiliki riwayat alergi maka persentasinya akan semaki besar.

Susu soya adalah susu dengan bahan dasar protein kedelai yang setara dengan protein pada susu sapi.  Pemberian soya dan susu yang terhidrolisis sempurna dapat menjadi suatu tindakan pencegahan secara sekunder terjadinya alergi susu sapi karena diberikan pada anak atau bayi yang sudah terpapar dengan protein susu sapi namun belum timbul gejala alergi. Namun soya menjadi pilihan pertama dibandingkan susu terhidrolisis sempurna lainnya karena harganya yang relatif lebih murah dengan rasa yang lebih familiar. Keunggulan dari susu soya adalah:

  • bebas laktosa sehingga aman untuk diet bebas laktosa
  • memiliki kandungan kalsium:fosfor (2:1) seperti pada ASI yang baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi
  • mengandung omega 6 dan omega 3 sebagai bahan dasar pembentukan AA dan DHA untuk tumbuh kembang otak yang optimal
  • mengandung karbohidrat yang terkandung dalam maltodextrin yang dapat ditoleransi oleh sistem pencernaan yang terluka karena diare ataupun yang alergi terhadap susu sapi.

Namun, terdapat penelitian bahwa 30-40% anak alergi susu sapi bukan tidak mungkin terkena alergi soya. Penting untuk selalu kontrol ke dokter spesialis anak yang menangani langsung anak anda sehingga alerginya dapat terkontrol. 

Berikut terdapat artikel untuk menambah informasi Anda : Kenali Gejala Alergi Susu Sapi

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar