Sukses

Apakah Saya Mengalami Gangguan Cemas?

18 Aug 2016, 14:45 WIB
Wanita, 20 tahun.

hallo dok saya ingin bertanya, akhir-akhir ini saya sering mendengar istilah tentang gangguan kecemasan, dan sedikit saya mencari di google apa artinya, setelah melihat pengertian dan ciri-cirinya timbul pertanyaan di kepala saya, apakah saya termasuk penderita gangguan kecemasan? masalahnya, saya adalah orang yang sering merasa panik, stress, dan sulit untuk bersosialisasi, apabila saya merasa cemas, saya menjadi tidak bersemangat untuk melakukan apapun, biasanya hanya berdiam di kamar sambil terus-terusan kepikiran, jantung saya juga mudah berdebar-debar apabila sedang merasa cemas. contoh kejadiannya adalah, saya seorang mahasiswa yang sekarang sedang memproses KRS di kampus, sistim KRS di fakultas saya sering rumit, dan saling berebut kelas, karena koneksi internet saya tidak bagus, pada akhirnya saya tidak kebagian jatah kelas, hal itu membuat saya panik dan cemas terus-terusan, padahal teman-teman saya yang bernasib sama, hanya bersikap biasa saja, tapi saya cenderung panik dan cemas dan pada akhirnya jatuh sakit dan susah tidur dan hal tersebut bisa berlangsung berbulan-bulan. saya juga termasuk orang yang mudah depresi dok, pada saat saya bertengakar atau marah saya sering cenderung melukai diri saya sendiri atau memotong sendiri rambut saya asal-asalan, atau pada saat merasa takut, waktu saya SMA saya sangat takut dan tidak suka pelajaran olah raga, untuk menghindari pelajaran tersebut, tidak jarang saya melukai kaki saya, atau menjatuhkan diri saya agar kaki saya terkilir dan tidak mengikuti olah raga, saya juga merasa tidak nyaman jika harus berada di tempat umum, apalagi jika dengan segerombolan orang-orang yang tiba-tiba tertawa atau berbisik-bisik di dekat saya, saya selalu merasa mereka sedang memperhatikan saya, atau menertawakan saya. dan hal ini menjadi parah semenjak saya masuk di perguruan tinggi. pertanyaan saya dok, apakah yang saya alami tersebut termasuk gangguan kecemasan? apabila iya, adakah saran dari dokter yang dapat saya lakukan? saya sangat merasa terganngu dengan rasa cemas saya dok, saya menjadi tidak terlalu bisa menikmati hidup dan bersikap santai. terimakasih sebelumnya dok.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Kami akan jelaskan terlebih dulu apa itu cemas yang normal dan gangguan cemas (anxiety disorder).

?Cemas/kecemasan adalah perasaan gelisah, khawatir atau takut. Setiap orang pasti pernah merasa cemas di beberapa titik dalam hidupnya, tetapi untuk sebagian orang perasaan ini bisa berlangsung terus menerus. Kecemasan dalam kadar tertentu (sedikit) dapat membantu, misalnya ketika Anda cemas sebelum ujian, hal itu akan membuat Anda lebih waspada/siaga sehingga performa akan lebih baik. Tetapi kecemasan yang terlalu banyak akan membuat Anda lelah dan sulit berkonsentrasi.

Kecemasan memiliki gejala psikologis dan fisik. Gejala psikologis termasuk:

  • Hampir selalu merasa khawatir atau gelisah
  • Sulit tertidur sehingga merasa lelah
  • Sulit berkonsentrasi
  • Menjadi mudah marah
  • Menjadi sangat waspada/siaga
  • Merasa di ujung tanduk/tidak bisa rileks
  • Seringkali membutuhkan penghiburan dari orang lain 
  • Merasa sedih

Ketika Anda cemas, tubuh akan mengeluarkan hormon stress seperti adrenalin dan kortisol. Hormon-hormon ini menimbulkan gejala fisik kecemasan, seperti peningkatan laju jantung dan berkeringat. Gejala lain yaitu:

  • Jantung berdebar-debar dan menyentak
  • Bernafas lebih cepat
  • Irama jantung tidak teratur
  • Merasa sakit
  • Nyeri dada
  • Sakit kepala
  • Berkeringat berlebihan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Rasa melayang seperti mau pingsan
  • Sering merasa ingin BAK
  • Rasa seperti ada yang menggelitik di dalam perut
  • Ketegangan otot-otot

Apabila gejala-gejala kecemasan ini sudah dialami dalam jangka waktu yang panjang (>2 bulan), kemungkinan besar Anda mengalami gangguan cemas.

Gangguan cemas mencakup beberapa kondisi, yaitu:

  1. Gangguan cemas menyeluruh
  2. Gangguan panik
  3. Fobia (agorafobia/fobia keramaian atau klaustrofobia/fobia ruang tertutup)
  4. Gangguan stress pasca trauma
  5. Gangguan cemas sosial (fobia sosial)
  6. Gangguan kepribadian obsesif kompulsif

Berikut adalah tabel perbedaan kecemasan sehari-hari yang normal dengan gangguan cemas:

Cemas Sehari-hari Gangguan Cemas
Khawatir apakah bisa membayar tagihan, mendapat pekerjaan, bila putus dari pasangan, atau kejadian-kejadian penting lainnya dalam hidup Khawatir yang konstan dan tidak berdasar sehingga menimbulkan stres dan mempengaruhi aktivitas sehari-hari
Rasa malu atau tidak percaya diri pada situasi sosial yang tidak nyaman atau canggung Menghindari situasi sosial karena takut dinilai, dihakimi, dipermalukan atau dihina
Cemas atau berkeringat sebelum 'ujian' yang besar seperti sidang skripsi, presentasi bisnis, pertunjukkan panggung, atau hal signifikan lainnya Tiba-tiba mengalami serangan panik dan mengalami preokupasi (kepikiran) dengan ketakutan mengalami serangan berikutnya
Ketakutan yang realistis terhadap objek-objek/tempat/situasi berbahaya Ketakutan yang tidak rasional atau penghindaran terhadap objek/tempat/situasi yang tidak mengancam atau potensi ancaman kecil
Kecemasan, kesedihan atau kesulitan tidur terjadi segera setelah kejadian yang membuat trauma Mimpi buruk berulang, teringat akan masa lalu, atau emosi terhadap kejadian traumatik yang sudah terjadi beberapa bulan/tahun sebelumnya

Dari yang Anda jelaskan, sepertinya Anda memang memiliki gangguan cemas dan mohon maaf, sepertinya gangguan ini berpotensi membahayakan diri sendiri. Untuk bisa mengetahui lebih jauh gangguan cemas tipe apa dan apakah disertai gangguan lainnya, perlu wawancara yang mendalam dengan ahli kesehatan jiwa. Anda tidak perlu merasa takut atau khawatir berkonsultasi dengan ahli jiwa, sebab dokter-dokter tersebut mengerti betul apa yang Anda rasakan dan dapat memberikan saran-saran yang tepat dalam mengatasi kondisi ini. Setiap jenis kondisi yang mendasari gangguan cemas, memiliki cara-cara spesifik dalam menanggulanginya.


Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (FA)

Salam,
Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar