Sukses

Kemerahan di Pipi setelah Minum Susu Formula
10 Aug 2016, 07:43 WIB
Wanita, 30 tahun.

Babyku tiap habis minum susu formula morinaga chil mil sekitar bibir, Dan dagu merah-merah kaya habis digigit semut begitu Jg kalau makan soalnya kadang makanannya diberi susu juga.yang mau aku tanyakan apakah itu dikategorikan alergi atau bukan n solusix apa ya dok??trims

Terima kasih Bunda, telah menggunakan fitur e-konsultasi KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Keadaan yang anak Anda alami kemungkinan besar adalah alergi yang merupakan reaksi hipersensitivitas tubuh terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing atau berbahaya. Reaksi alergi memang biasanya terjadi pada anak dari orang tua yang juga memiliki alergi (genetik). Anak yang tidak mendapatkan ASI lebih berisiko untuk mengalami alergi susu sapi dibandingkan anak yang mendapatkan ASI ekslusif.

Anak yang alergi susu sapi jika dipaksa untuk mengkonsumsi makanan yang memicu alerginya (susu formula biasa) akan mengalami reaksi alergi yang terus menerus. Timbulnya reaksi alergi ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi anak dan membuat anak menjadi lebih rewel. Lebih lanjut, hal tersebut dapat mengganggu tumbuh kembang anak.

Disamping itu, bayi yang mengalami alergi jika tidak dilakukan usaha untuk mengatasinya maka saat dewasa akan mudah terkena alergi seperti asma atau alergi hidung (rhinitis). Kejadian alergi ini dapat sangat mengganggu aktifitas sehingga mampu menurunkan kualitas hidupnya kelak. Karena itu, intervensi sejak dini perlu dilakukan untuk mencegah berlanjutnya proses alergi menjadi yang lebih berat (asma atau rhinitis).

Apabila anak Anda benar menderita alergi susu sapi, sebaiknya anak Anda menghindari segala makanan yang berbahan dasar susu sapi seperti keju, biskuit susu, dsb. Sebagai alternatif, susu kedelai, susu beras, susu gandung, dan susu nabati lain dapat menggantikan susu sapi, namun perlu diketahui bahwa 20% anak yang alergi susu sapi juga memiliki alergi terhadap susu kedelai.

Susu HA (hypoallergenic) adalah susu sapi yang dihidrolisis secara parsial, dapat merangsang toleransi susu sapi karena masih mengandung sedikit partikel susu sapi. Pemberian susu HA dapat digunakan sebagai pencegahan primer terjadinya alergi susu sapi, karena diberikan sebelum terpapar dengan susu sapi.

Pada kasus anak Anda, kemungkinan besar kemerahan pada sekitar bibir adalah salah satu gejala klinis dari alergi. Gejala klinis alergi susu sapi pada anak paling banyak terlihat pada saluran pencernaan dalam bentuk muntah, diare berlanjut yang kadang dapat disertai darah, serta konstipasi atau sembelit (50 - 60%). Gejala klinis lain dapat terlihat pada kulit dan saluran napas. Pada kulit dapat terlihat merah-merah pada kedua sisi pipi bayi, seperti yang terjadi pada anak Anda. Namun rasanya buang air besar sebanyak 4x sehari pada anak dapat dikatakan wajar. Memang tidak serupa dengan dewasa yang buang air besar 1-2x/sehari. Selama ia masih mau makan dan berat badan serta perkembangannya dalam batas normal, maka buang air besar sebanyak 4 kali dikatakan wajar terjadi.

Kami menyarankan Anda melakukan konsultasi langsung dengan dokter spesialis anak, dokter akan menentukan penanganan selanjutnya pada anak Anda. Pada kasus alergi susu sapi seringkali dilakukan substitusi dengan pemberian susu soya. Susu soya adalah susu dengan bahan dasar protein kedelai yang setara dengan protein pada susu sapi. Pemberian soya dan susu yang terhidrolisis sempurna dapat menjadi suatu tindakan pencegahan secara sekunder terjadinya alergi susu sapi karena diberikan pada anak atau bayi yang sudah terpapar dengan protein susu sapi namun belum timbul gejala alergi. Namun soya menjadi pilihan pertama dibandingkan susu terhidrolisis sempurna lainnya karena harganya yang relatif lebih murah dengan rasa yang lebih familiar. Keunggulan dari susu soya adalah:

  • bebas laktosa sehingga aman untuk diet bebas laktosa
  • memiliki kandungan kalsium:fosfor (2:1) seperti pada ASI yang baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi
  • mengandung omega 6 dan omega 3 sebagai bahan dasar pembentukan AA dan DHA untuk tumbuh kembang otak yang optimal
  • mengandung karbohidrat yang terkandung dalam maltodextrin yang dapat ditoleransi oleh sistem pencernaan yang terluka karena diare ataupun yang alergi terhadap susu sapi.

Namun, terdapat penelitian bahwa 30-40% anak alergi susu sapi bukan tidak mungkin terkena alergi soya. Sebaiknya Anda memastikan terlebih dahulu gejala yang dialami anak Anda, apakah benar-benar mengalami alergi susu sapi dengan melakukan konsultasi dengan dokter spesialis anak.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar