Sukses

Anak Sering BAB dan Muntah
08 Aug 2016, 14:05 WIB
Wanita, 20 tahun.

sore dok,,,sya mw tnya,,ank sya minum susu formula bebelac 3 dr umur 6 buln,,skrng dia usia 1 thun 3 buln,,,dia ska BAB dok,,d sertai muntah,mkan jga tdak mau,apakh itu tnda susu it tdak cocok untuk dya dok?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran Anda. Berdasarkan cerita yang Anda paparkan kemungkinan anak Anda tidak cocok dengan susu yang dikonsumsi ialah sangat kecil karena anak Anda sudah mengonsumsi susu yang sama sejak usia 6 bulan. Apakah sebelumnya pernah mengalami hal yang sama?

BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BABnya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Sudah sejak kapan Anak Anda mengalami keluhan tersebut? Apakah disertai demam? Bagaimana dengan BABnya Apakah disertai darah atau lendir? Apakah cair saja atau masih terdapat ampas? 

Yang lebih dipikirkan ialah anak Anda sedang mengalami gastroenteritis (diare), Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi BAB >3 kali/hari disertai perubahan konsistensi tinja (menjadi cair/lembek), dengan/tanpa darah dan/atau lendir.

Ada banyak yang dapat menyebabkan mencret pada anak. Beberapa penyebabnya adalah infeksi virus dan bakteri (kuman). Namun pada anak-anak yang paling sering menyebabkan diare adalah infeksi virus, seperti rotavirus. Yang ditandai dengan diare yang sangat banyak bisa melebihi 10 - 15 x sehari, dan berisi air ditandai juga dengan demam. 

Diare pada anak  perlu diwaspadai karena tubuh anak yang sebagian besar terdiri atas cairan (80%) sehingga akan mudah sekali menjadi dehidrasi  (kekurangan cairan) akibat diare. Yang  diperlukan adalah mengawasi jumlah cairan di dalam tubuh anak. Setiap kali anak BAB atau muntah maka berikan asupan cairan oralit kepada anak.

Bila anak masih dapat minum maka dapat diberikan cairan seperti oralit yang anda bisa dapatkan di apotik manapun.

Indikator paling mudah untuk melihat anak kekurangan cairan atau tidak  adalah melihat BAK anak. Perhatikan BAK anak, kalau sudah mulai  berkurang dan berwarna pekat, merupakan tanda anak kekurangan cairan. Jika anak sudah lemas dan tidak dapat minum maka perlu dilakukan penambahan cairan dan elektrolit melalui infus.  Tanda lainnya adalah tidak adanya air mata sewaktu anak menangis dan  anak menjadi lemas. Apabila sudah ada tanda-tanda kekurangan cairan,  segera bawa anak ke dokter atau UGD/Emergency.

Kami sarankan apabila diare sudah semakin banyak dan anak sulit makan atau minum serta tidak ada perbaikan segera bawalah ke dokter. Perlu diingat pengobatan diare untuk anak sangat berbeda dengan orang dewasa, obat diare untuk orang dewasa tidak boleh digunakan untuk anak-anak.

Demikian informasi yang dapat kami berikan,semoga bermanfaat.

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar