Sukses

Apa Itu Pertumbuhan Janin Terhambat
06 Aug 2016, 10:45 WIB
Wanita, 26 tahun.

mf saya seorng ibu yang tengah hamil 8 jln,,wktu prtma sya mlkukan usg brat bdan bayi 1356 wktu itu brat bdan sya 51,tpi knp kmren saat sya usg yang ke 3x brt bdan bayi sya hnya 1053 pdhal brat bdn sya sdh 55kg,prtnyaan sya knp dgn kandungan sya ini,?mhon d jwb agar mndapatkn pencerahan,,trimksih ats prhtiannya,,

Terima kasih  telah menggunakan layanan e-konsultasi Klik Dokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Untuk menilai apa yang terjadi pada janin Ibu diperlukan beberapa pemeriksaan lanjutan. Namun yang paling banyak terjadi ialah Janin yang tidak berkembang atau biasa disebut pertumbuhan janin terhambat (PJT) adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi di mana berat janin tidak sesuai dengan masa kehamilan. Kondisi ini dapat diketahui apabila berat janin berada di bawah kisaran normal berat janin yang ditentukan. Selain itu, tanda yang paling mudah ditemukan adalah tidak seimbangnya besar rahim dengan usia kehamilan.

Pada keadaan ini perlu dilakukan evaluasi mengenai ada/tidaknya kelainan bawaan serta infeksi dalam kehamilan. Aktivitas fisik harus dibatasi dengan pemenuhan nutrisi yang baik. Pemeriksaan USG pun harus dilakukan setiap 3-4 minggu. Apabila faktor nutrisi menjadi satu-satunya penyebab PJT, maka perbaikan nutrisi dapat sangat membantu mengejar pertumbuhannya. Pada wanita hamil perokok berat, penggunaan narkotik dan alkohol, maka semuanya harus dihentikan.

Pertumbuhan janin terhambat (PJT) dapat disebabkan oleh berbagai faktor, yaitu:

  1. Penyebab ibu
  2. Fisik ibu yang kecil dan kenaikan berat badan yang tidak adekuat

Faktor keturunan dari ibu dapat mempengaruhi berat badan janin. Kenaikan berat  tidak adekuat selama kehamilan dapat menyebabkan PJT. Kenaikan berat badan ibu selama kehamilan sebaiknya 9-16 kg. apabila wanita dengan berat badan kurang harus ditingkatkan sampai berat badan ideal ditambah dengan 10-12 kg

  1. Penyakit ibu kronik

Kondisi ibu yang memiliki hipertensi kronik, penyakit jantung sianotik, diabetes, serta penyakit vaskular kolagen dapat menyebabkan PJT. Semua penyakit ini dapat menyebabkan pre-eklampsia yang dapat membawa ke PJT

  1. Kebiasaan seperti merokok, minum alkohol, dan narkotik
  2. Penyebab janin

a.       Infeksi selama kehamilan

Infeksi bakteri, virus, protozoa dapat menyebabkan PJT. Rubela dan cytomegalovirus (CMV) adalah infeksi yang sering menyebabkan PJT

b.      Kelainan bawaan dan kelainan kromosom

Kelaianan kromosom seperti trisomi atau triploidi dan kelainan jantung bawaan yang berat sering berkaitan dengan PJT. Trisomi 18 berkaitan dengan PJT simetris serta polihidramnion (cairan ketuban berlebih). Trisomi 13 dan sindroma Turner juga berkaitan dengan PJT

c.       Pajanan teratogen (zat yang berbahaya bagi pertumbuhan janin)

Berbagai macam zat yang bersifat teratogen seperti obat anti kejang, rokok, narkotik, dan alkohol dapat menyebabkan PJT

  1. Penyebab plasenta (ari-ari)

a.       Kelainan plasenta sehingga menyebabkan plasenta tidak dapat menyediakan nutrisi yang baik bagi janin seperti, abruptio plasenta, infark plasenta (kematian sel pada plasenta), korioangioma, dan plasenta previa

b.      Kehamilan kembar

c.       Twin-to-twin transfusion syndrome

Apabila tidak ditangani secara adekuat, PJT dapat berujung pada kematian janin yang umumnya tampak sebagai keguguran. Keguguran yang parsial masih menyisakan jaringan di dalam rahim sehingga memerlukan tindakan kuretase. Perdarahan dari vagina dapat terjadi setelah kuretase hingga beberapa hari.

Adapun beberapa tips yang dapat Anda dan suami lakukan untuk persiapan kehamilan berikutnya adalah merubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. Perlu juga diperhatikan untuk:

  • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami)
  • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas
  • Menurut The Center for Disease Control (CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio. Adapun bahan makan sumber asam folat adalah sayur-sayuran berdaun hijau, sereal, buah-buahan seperti jeruk, anggur, dsb.
  •  
  • Ketahui masa subur Anda, dan lakukan hubungan intim 3x/minggu dengan posisi misionaris (pria di atas)

Untuk itu kami sarankan sebaiknya Anda juga mengadakan kunjungan konsultasi langsung ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk tatalaksana lebih lanjut.

Semoga bermanfaat.

 

Salam Sehat!

0 Komentar

Belum ada komentar